Kabar BUMN - PT Hutama Karya (Persero) terus memperkuat transformasi digital dalam proses konstruksi.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah memanfaatkan teknologi Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) untuk membantu pengawasan proyek.
Teknologi ini digunakan untuk membandingkan desain dengan kondisi aktual di lapangan.
Baca Juga: GDPS Gelar Walk In Interview, Tawarkan Gaji UMR dan Beragam Tunjangan
Dengan cara tersebut, tim proyek dapat lebih mudah menemukan potensi ketidaksesuaian sejak awal sebelum pekerjaan berlanjut ke tahap berikutnya.
AR dan VR juga membantu proses pemeriksaan pekerjaan menjadi lebih akurat.
Selain itu, informasi teknis dapat dipahami lebih jelas oleh tim yang terlibat dalam proyek.
Baca Juga: DAMRI Layani Lebih dari 72 Ribu Jemaah Haji, Angkut 500 Ton Bagasi Selama Fase Keberangkatan
Sepanjang 2025, teknologi ini telah diterapkan di sejumlah proyek besar Hutama Karya.
Beberapa di antaranya pembangunan hunian ASN dan Gedung MPR di IKN, MRT Jakarta Fase 2A, RSUD Bengkulu, serta Gedung Jampidsus Kejaksaan Agung.
Berdasarkan evaluasi perusahaan, penggunaan AR/VR paling banyak dimanfaatkan untuk mendukung pengendalian mutu pekerjaan.
Teknologi ini juga membantu komunikasi dan koordinasi selama proses konstruksi berlangsung.
Hutama Karya menilai pemanfaatan AR/VR dapat meningkatkan ketepatan pengawasan sekaligus mendukung pengambilan keputusan di lapangan.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Sumber: hutamakarya.com
Artikel Terkait
JTTS Ramai di Libur Paskah 2026, Hutama Karya Tingkatkan Operasional dan Proyek
Hutama Karya Dukung Integrasi Tol ke Pelabuhan Baru Tanjung Carat
Irigasi LMS-02 Hutama Karya Perkuat Pasokan Air Pertanian di Indramayu
RSUD Baru dengan Fasilitas Lengkap Dibangun di Maluku, Hutama Karya Dukung Layanan Kesehatan yang Lebih Merata
Jalan Tol Tetap Lancar di Tengah Pemadaman PLN, Hutama Karya Aktifkan Daya Cadangan