Kabar BUMN – Komitmen PT Elnusa Tbk (Elnusa) dalam mendukung program Pemerintah untuk mencapai target produksi minyak dan gas sebesar 1 juta barel di tahun 2030 terus dilakukan.
Salah satu kontribusi Elnusa untuk mencapai hal tersebut diwujudkan dalam pelaksanaan Survei Seismik, dilansir Kabarbumn.com dari elnusa.co.id.
Survei Seismik merupakan kegiatan survey geofisika dengan merekam data lapisan bawah bumi untuk mengetahui potensi minyak dan gas bumi di suatu daerah.
Survei seismik dapat dilakukan di darat (onshore) atau di laut (onshore).
Petrogas (Island) Ltd., salah satu KKKS yang mengelola blok migas di Pulau Papua, telah mempercayakan pekerjaan Survei Seismik 3D South Walio Offshore kepada Elnusa untuk dikerjakan pada tahun 2023.
Berlangsung selama 30 hari operasi, Survei Seismik kali ini akan dilakukan pada area sekitar 140 km2 di perairan Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya.
Baca Juga: Ruang Ganti Memanas, Kylian Mbappe Sebut PSG Tim yang Terpecah Belah
Sebelum survei dilaksanakan, Elnusa bersama dengan Petrogas melakukan Kick-Off Meeting yang berlangsung di Hotel Rinra, Makassar pada hari Kamis, 6 Juli 2023.
Kegiatan dari kedua belah pihak tersebut dilakukan dengan tujuan untuk menyamakan komitmen terhadap aspek HSSE (Health, Safety, Security, Environment) dan Operation Excellence.
Adapun acara tersebut dihadiri oleh Kepala Departemen Eksplorasi Migas dan Non-Konvensional SKK Migas, Joko Prasetyo.
Dalam kesempatannya, Joko menyampaikan “Kami harap Survei Seismik 3D South Walio Offshore ini dapat menghasilkan data migas yang bagus sehingga mempermudah proses eksplorasi maupun produksi migas selanjutnya.”
Vice President Upstream Services Elnusa, Lulut Sugianto juga menuturkan bahwa Survei Seismik 3D South Walio Offshore sepenuhnya dilakukan oleh Elnusa, baik dari sisi tenaga kerja maupun peralatan survei.