Sementara itu, sebagai bagian sinergi dalam Pertamina Grup, Pertamina NRE juga menjalankan MoU terkait komersialisasi Carbon dalam Produksi Listrik Bisnis Geothermal setara 40 MW dengan PT Pertamina Patra Niaga dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk.
Direktur Utama PT Pertamina NRE, Dannif Danusaputro menuturkan bahwa kerjasama yang akan dibangun melalui MoU tersebut adalah untuk pengembangan teknologi, pengembangan bisnis dan juga aplikasi renewable energy.
Baca Juga: Intip Penampilan Timothee Chalamet Jadi Willy Wonka dalam Trailer Terbaru Film Wonka
"Ini untuk mempercepat akselerasi renewable energy atau potensi bisnis baru Pertamina," tutur Dannif.
"Salah satu pilar untuk dekarbonisasi dari NZE road map Pertamina adalah bagaimana kita bisa menciptakan bisnis-bisnis baru, bisnis yang berbasis energi dari renewable energy," sambungnya.
VP Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso mengatakan ahwa kerjasama ini ejalan dengan target Net Zero Emission (NZE) tahun 2060 dan transisi energi yang digulirkan Pemerintah Indonesia.
"Pertamina akan terus bergerak mendorong capaian target NZE 2060 dan transisi energi, kami tidak bisa bergerak sendiri perlu kolaborasi dari banyak pihak."
"salah satunya dalam bentuk kerjasama dengan partner strategis yang kita bangun hari ini," tutup Fadjar.