Kabar BUMN - PT Kereta Api Indonesia (Persero) KAI menjelaskan alasan mengapa kereta api tidak bisa mengerem mendadak.
Baru-baru ini terjadi sebuah insiden tabrakan anatra kereta api dengan sebuah truk di Semarang.
Dalam kejadian tersebut diketahui truk mengalami mogok mesin di atas rel.
Truk tersebut akhirnya tertabrak dan sempat mengeluarkan api.
Baca Juga: FIFA Matchday September, Erick Thohir Umumkan Timnas Indonesia akan Hadapi Turkmenistan
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Mengenai kejadian tersebut, banyak orang bertanya mengapa masinis tidak mengerem kereta untuk menghindari tabrakan.
PT KAI akhirnya membeberkan alasan mengapa kertea api tidak bisa berhenti atau mengerem mendadak.
Dilansir KabarBUMN.com dari akun Twitter resmi KAI, salah satu faktor utama menurut KAI adalah panjang dan berat rangkaian kereta.
Hal yang menyebabkan kereta tidak dapat berhenti mendadak adalah karena panjang dan bobotnya.
Baca Juga: Grup XODIAC hingga Zico Dipastikan akan Meriahkan Acara Telkomsel Awards 2023
Semakin panjang dan berat rangkaian kereta, makan jarak yang dibutuhkan untuk mengerem hingga berhenti akan semakin panjang.
Di Indonesia sendiri rata-rata kereta penumpang terdiri dari 8-12 rangkaian gerbong dengan bobot mencapai 600 ton.
Sistem pengereman kerta yang dipakai saat ini sendiri menggunakan jenis rem udara.