Baca Juga: Panduan Mudah Cara Beli Token Listrik Melalui BRImo
Dalam rentan waktu itu ada beberapa program yang harus diikuti oleh calon pekerja antara lain Program Orientasi Kerja dan Basic Development Program (BDP) yang bekerja sama dengan TNI untuk pengenalan dasar terkait KAI dan melatih kedisiplinan pekerja.
Usai menjalani masa percobaan, Joni menyebut KAI akan melakukan evaluasi dalam rangka pengangkatan calon pekerja menjadi pekerja tetap.
"Syarat untuk menjadi pekerja organik, calon pekerja harus dinyatakan lulus dalam setiap tahapannya baik Program Orientasi Kerja, BDP, maupun tes kesehatannya," tutur Joni.
Setelahnya masih ada latihan yang harus dijalani seperti, i praktik pengoperasian lokomotif atau Kereta Rel Diesel (KRD) di bengkel perbaikan dan perawatan (Depo).
Jika sudah menjalani diklat selama empat bulan, barulah masinins akan menghadapi ujian sertifikasi Awak Sarana Perkeretaapian Tingkat Pertama yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA).
Apabila berhasil lolos maka akan lebih dulu ditempatkan sebagai asisten masinis.
Setelah menjalani jam kerja minimal 2000 jam atau selama satu tahun baru masinis tersebut diizinkan membawa kereta secara penuh.
Di samping itu, setiap 2 (dua) tahun para masinis mengikuti refreshing atau pendidikan lapangan (diklap) Awak Sarana Perkeretaapian sesuai dengan tingkatannya.
Sebelum bertugas, para masinis juga masih akan menjalani tes kesehatan dan kelayakan.
"Menjadi masinis tidak mudah, ada perjalanan panjang yang harus dilalui untuk bisa menjalani profesi yang satu ini," ucap Joni Martinus.
"Peran seorang masinis bukan hanya sekedar mengemudikan kereta api tapi mereka lah sosok yang sangat penting dalam menjaga kelancaran dan keselamatan operasional perkeretaapian."
"Mereka bertanggung jawab untuk mengoperasikan kereta dengan penuh keahlian, menjaga jadwal perjalanan, dan memberikan pengalaman perjalanan yang nyaman dan aman bagi pelanggan," pungkasnya.