Kabar BUMN - Pertamina Patra Niaga membuka peluang bisnis hijau dengan perdaganan kredti karbon.
Pertamina Patra Niaga terus berkomitmen untuk menjalankan bisnis berkelanjutan dan menginisiasi bisnis baru yang ramah lingkungan.
Untuk mewujudkan hal tersebut Pertamina Patra Niaga mencoba bisnis perdagangan kredit karbon.
Dalam hal ini Pertamina Patra Niaga berkolaborasi dengan PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) dan PT Pertamina Geothermal Energy (PGE).
Kesepakatan tersebut dicapai usai adanya Memorandum of Understanding (MoU).
Penandatanganan kesepakatan dilakukan oleh Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan bersama dengan Direktur Utama PT Pertamina NRE, Dannif Danusaputro dan Direktur Utama PGE, Juli Hadi.
Dalam kesepakatan ini, Pertamina Patra Niaga akan mencoba memaksimalkan pemanfaatan supply karbon kredit dari PGE dengan volume 1,8 juta ton emisi karbon ekuivalen untuk periode satu tahun.
Nantinya ertamina NRE berperan sebagai carbon market aggregator di lingkungan Pertamina Group & BUMN.
"Merupakan suatu milestone bagi Pertamina Patra Niaga dapat bermitra dalam inisiatif perdagangan karbon," kata Riva Siahaan.
"Tidak hanya menjual BBM kepada konsumen industri kami, Pertamina Patra Niaga turut memiliki konsep Business to Business (B2B) Pertamina One Solution," imbuhnya.
Lebih lanjut, Riva mengatakan perdagangan kredit karbon juga diharapkan mampu mengurangi tingkat emisi gas rumah kaca.
Selain itu, hal ini juga diharapkan bisa mempercepat transisi energi dan berkontribusi pada capaian Net Zero Emission Indonesia 2060.