Kabar BUMN - Pertamina Patra Niaga kembali melakukan evaluasi harga untuk produk-produk BBM non subsidi.
Hal ini sendiri dilakukan sesuai regulasi yang berlaku.
Penyesuaian harga ini mengikuti tren harga rata-rata publikasi minyak dunia, yakni harga publikasi Mean of Platts Singapore (MOPS)/Argus.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting menjelaskan bahwa valuasi berkala ini boleh dilakukan oleh seluruh badan usaha.
Baca Juga: Link Nonton 'My Lovely Liar', Drakor Kim So Hyun dan Minhyun yang Baru Rilis
Dalam hal ini Pertamina Patra Niaga biasanya dilakukan setiap bulannya mengacu kepada tren harga publikasi MOPS/Argus pada periode tanggal 25 hingga tanggal 24 pada bulan sebelumnya.
"Mengacu pada rata-rata MOPS pada periode 25 Juni hingga 24 Juli, Pertamina Patra Niaga telah mengevaluasi ulang."
"Pertamina Patra Niaga akan kembali melakukan penyesuaian arga secara berkala untuk Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex berlaku per 1 Agustus 2023," tutur Irto.
Baca Juga: Siap Beroperasi, Tol Bocimi Bakal Pangkas Waktu Tempuh Jakarta-Sukabumi Menjadi 2,5 Jam
Untuk harga Pertamax Turbo ada penyesuaian harga menjadi Rp 14.400 per liter, Dexlite menjadi 13.950 per liter, dan Pertamina Dex menjadi Rp 14.350 per liter.
Harga ini berlaku untuk provinsi dengan besaran pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen seperti di wilayah DKI Jakarta.
"Penyesuaian harga berkala ini sudah mengacu kepada Kepmen ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 tentang formulasi harga JBU atau BBM non subsidi," kata Irto.
"Selain sudah sesuai regulasi, kami pastikan harga ini tetap kompetitif untuk produk-produk dengan kualitas setara," sambungnya.
Baca Juga: Sidak dan Pemantauan di 255 Titik, Pertamina Pastikan Pasokan LPG Subsidi Aman