"Ini merupakan milestone terbaru pengembangan SAF mengingat pengujian sebelumnya hanya di pesawat militer."
"Kita akan mulai bergerak untuk di pesawat komersil, dan kami siap menyediakan SAF untuk seluruh rangkaian uji," sambungnya.
Maya mengatakan bahwa penyaluran SAF ini juga sudah masuk dalam agenda dunia, dimana beberapa bandara di dunia dan maskapai telah menggunakan SAF.
"Langkah penyaluran SAF menjadi langkah Pertamina Patra Niaga menyediakan bahan bakar aviasi yang lebih baik bagi kebutuhan industri penerbangan di Indonesia," ujarnya.
"Ini juga akan menjadi langkah Pertamina grup menjalankan program transisi energi sekaligus untuk mencapai target Net Zero Emission 2060," tutup Maya.