Ia berharap produksi minyak bumi dapat meningkat secara signifikan hingga 50% dalam 3-5 tahun mendatang.
Baca Juga: Kolaborasi BUMN, PLN Siap Pasok Kebutuhan Listrik Pertamina EP Papua
“Peningkatan ini sekaligus menambah gross revenue yang berdampak positif bagi Pemerintah Indonesia maupun PT Pertamina EP sebagai pemegang Kontrak Kerja Sama,” ungkap Wisnu saat Signing Ceremony yang digelar pada Rabu (9/8/2023), seperti dikutip KabarBUMN.com dari pep.pertamina.com.
Bukan hanya dari pihak Pertamina EP, pemerintah juga memberikan dukungan penuh terhadap langkah-langkah ini.
Benny Lubiantara, Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas, menegaskan bahwa perubahan perjanjian KSO ini merupakan bukti konkret dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan produksi dan cadangan migas nasional.
Baca Juga: Bersinergi dengan SKK Migas, Pertamina EP Papua Field Resmikan Program Konservasi Terumbu Karang
Dalam upaya mencapai target produksi minyak 1 juta barel per hari (BOPD) dan gas 12 miliar kaki kubik per hari (BSCFD) pada tahun 2030, pemerintah berkomitmen untuk terus mendiskusikan perubahan yang diperlukan agar lapangan migas dapat berkembang secara berkelanjutan.
Saat ini, hasil produksi dari semua KSO di WK PEP telah menyumbang sebesar 2.452 BOPD, kontribusi yang signifikan terhadap target nasional.
Langkah-langkah ambisius yang diambil oleh PT Pertamina EP bersama mitra KSO diharapkan akan membawa angin segar dalam industri migas dan menjadi tonggak baru dalam mewujudkan kemandirian energi negara.
Baca Juga: Kembali Torehkan Catatan Positif, Pertamina EP Ramba Field Sabet Penghargaan dari SMSI Banyuasin