Dimulai sejak Desember 2021, proses pembangunan jembatan ini telah merangkai cerita yang luar biasa.
Baca Juga: Bersama Waskita, WSBP Komitmen Selesaikan Pembangunan IKN
Dengan ketinggian sekitar 18,4 meter di atas permukaan tanah, jembatan ini dibagi menjadi tiga zona utama.
Zona 1, di sekitar Waduk Setiabudi dengan bangunan tiga lantai, Zona 2 yang mencakup Jembatan Jl. Galunggung dan Jembatan Banjir Kanal, serta Zona 3 yang berlokasi di sekitar Rel Kereta Stasiun Sudirman, dengan bangunan dua lantai.
”WSBP menargetkan proyek ini selesai pada TW III/2023. Hingga saat ini progress konstruksi sekitar 91,28%,” papar Fandy.
Baca Juga: Sukses Catatkan Kenaikan NKB di Semester 1 2023, WSBP Makin Gencar Cari Kontrak Baru yang Sehat
Dalam implementasi proyek yang mengusung prinsip "design and build", WSBP menjelma sebagai kontraktor utama.
Peran mereka meliputi layanan terintegrasi mulai dari izin, Detail Engineering Design, jasa konstruksi, pemasangan, struktur, arsitektur, hingga komponen mekanik-elektrik.
Melibatkan kontrak senilai sekitar Rp167,1 miliar, proyek ini bagi WSBP merupakan lebih dari sekadar infrastruktur.
Baca Juga: Implementasikan Transformasi Digital 3D BIM, WSBP Dukung Proyek Strategis Nasional
Keahlian WSBP tak hanya tampak pada perencanaan dan konstruksi, namun juga pada pemilihan material konstruksi yang cerdas.
Material seperti PCI girder dan jembatan baja segmen menjadi andalan mereka.
Keputusan ini memungkinkan pelaksanaan proyek tetap berjalan lancar tanpa mengganggu kehidupan masyarakat, mengingat Dukuh Atas termasuk jantung ekonomi Indonesia.
Baca Juga: TW II 2023, WSBP Rampungkan Suplai Proyek Jalan Tol Tebing Tinggi-Serbelawan Seksi 3
Dukungan dari peralatan angkat berkapasitas tinggi dengan teknologi mutakhir menjadi pilar kuat bagi kesuksesan proyek ini.