Menurut penuturannya, dari ratusan manusia yang beraktivitas dalam sistem, manajemen tidak hanya mengurus dan mengkondisikan karyawan saja. Sebab, selain ratusan karyawan, ratusan orang lainnya yang beraktivitas produktif dalam sistem ini adalah pihak luar.
Baca Juga: Pefindo Naikkan Peringkat AP II Jadi idAAA, Cerminkan Profil Keuangan dan Operasional Semakin Kuat
Oleh karena itu, kata dia, kekompakan tim dalam manajemen juga harus didukung oleh orang-orang dari pihak luar yang berkomitmen menjaga ritme kerja.
“Pengalaman saya sebagai Manajer Unit mengajarkan bahwa baik saja di dalam manajemen tidak cukup. Knowledge, komptetensi, dan attitude atau niat baik semua karyawan tidak cukup. Sebab, kita bekerja memang harus berhubungan dengan pihak luar, baik secara kelembagaan maupun personel,” tambahnya.
Banyak orang yang turut mendapat manfaat rezeki dari aktivitas perusahaan, seperti sopir, pekerja bongkar-muat, pekerja borongan, pekerja pendukung produksi, pekerja pendukung operasional pabrik, hingga para pedagang yang menopang kebutuhan harian pekerja.
Selain itu, Agus mengatakan, lancarnya semua proses produksi di PTPN VII Unit Bekri, adalah baiknya hubungan dengan berbagai pihak stakeholder.
Suasana kondusif usaha akan terbangun jika PTPN VII yang merupakan perusahaan agro dengan aset berada di tengah masyarakat harus harmonis dengan tetangga.
“Kita tahu, suatu perusahaan akan lancar operasionalnya jika situasi lingkungan kondusif. Apalagi seperti PTPN VII ini yang aset, terutama kebunnya memang berada di tengah masyarakat. Jadi, unsur harmoni tetangga itu kunci yang sangat penting,” katanya.
Baca Juga: Di Kendari, Srikandi BUMN Sampaikan Peran BUMN dalam Pencapaian Sustainability Goals
Menurutnya, PTPN VII Unit Bekri memiliki kebun 4.324 hektare dengan dua Pabrik yaitu Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dengan kapasitas olah 40 Ton TBS/Jam. Sedangkan Pabrik Inti Sawit (PIS) dengan kapasitas olah 50 Ton/Hari menghasilkan produk Palm Kernel Oil (PKO) dan Palm Kernel Mill (PKM) atau Bungkil.
Di Agustus 2023, capaian kinerja PKS Bekri di bidang Teknik dan Pengolahan, untuk Rendemen MS Bekri mencapai 21,79 persen, Utilitas PKS diangka 81.36%, Rendemen IS Bekri 3.53%. Sementara itu, angka losses alias kehilangan produksi pada proses pengolahan CPO sebesar 1.48%, losses pada Inti Sawit 0.54%.
Sedangkan untuk mutu, produksi yang dihasilkan PKS Bekri ini untuk Mutu MS ALB 3.53%; Kadar Air 0.40%; Kadar Kotoran 0.011%. Untuk Mutu Inti Sawit ALB 1.85% dan Harga Pokok Produksi (HPP) (Rp/Kg) Rp 386,27.
Baca Juga: Sudah Tahu Bahaya Gorengan Tapi Masih Selalu Tergoda, Ini Cara Mengurangi Ketagihan Gorengan
Lebih lanjut, Agus menjelaskan hal-hal yang dapat mempertahankan kirnerja terbaik ini. Salah satunya adalah dengan memberikan pelatihan kepada karyawan.