Kabar BUMN - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menjadi bank pertama yang mendukung Direktorat Jenderal Kendudukan dan Pencatatan Sipil, Kementerian Dalam Negeri melakukan Sosialisasi Penggunaan Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan Nomor Identitas Tunggal (NIT) bagi penduduk Indonesia di Hong Kong, Sabtu (23/9/2023).
Direktur Institutional Banking BNI Muhammad Iqbal mengatakan, saat ini dunia sudah mengalami transformasi digital. Begitu pula dengan Indonesia, sehingga digitalisasi data kependudukan menjadi sebuah keharusan.
Terlebih, sampai hari ini sudah lebih dari 6 ribu institusi terintegrasi dengan pusat data Dukcapil.
Baca Juga: Hadirkan ATM Gallery di Hong Kong, BNI Permudah Layanan Perbankan
"Inisiasi IKD ini adalah keharusan. Kami sebagai bank milik negara tentunya akan selalu proaktif dalam membantu pemerintah, dalam hal ini Dukcapil, untuk mewujudkan digitalisasi data kependudukan Indonesia," katanya.
Adapun, dengan memanfaatkan IKD dan NIT dalam bentuk digital ini, BNI akan semakin maksimal memberikan layanan perbankan kepada para diaspora di Hong Kong.
Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi menjelaskan, IKD merupakan Informasi elektronik yang digunakan untuk merepresentasikan dokumen kependudukan dalam aplikasi digital melalui perangkat seluler yang menampilkan data pribadi sebagai identitas penduduk.
Baca Juga: Saran Bank BNI: Abaikan Jika Ada Panggilan Telepon dari Nomor Dengan Kode Luar Negeri
IKD merupakan bukti identitas yang dapat digunakan dalam berbagai transaksi dan layanan publik, mempercepat proses verifikasi identitas dan mengurangi ketergantungan pada dokumen fisik, mencegah kehilangan atau pencurian identitas, mempermudah akses ke layanan publik tanpa harus membawa fisik KTP, dan mengurangi birokrasi dan akses yang dibutuhkan dalam proses administrasi kependudukan.
Sementara itu, NIT merupakan tanda pengenal masyarakat Indonesia di Hong Kong sebagai alat pemetaan potensi dan jejaring untuk kepentingan nasional dan pengakuan eksistensi WNI.
NIT dipersamakan dengan NIK, baik secara fungsi, kegunaan, dan format. NIT juga tidak mengalami perubahan, meskipun WNI yang bersangkutan telah berpindah dan kembali menetap di Indonesia.
Baca Juga: RUPSLB BNI: Pemegang Saham Setujui Stock Split Rasio 1:2
”Kami sangat mengapresiasi BNI karena dengan bantuan dari BNI, para diaspora di Hong Kong akan mendapatkan seluruh kemudahan, bukan hanya dari sisi kependudukan tapi juga dukungan dalam sisi layanan perbankan," tutur Teguh.
Di tempat yang sama, Direktur Pelayanan bpjamsostek Roswita Nilakurnia menambahkan, kehadiran IKD dan NIT bagi diaspora di Hong Kong akan mempermudah mereka untuk mendapatkan perlindungan, khususnya dari sisi ketenagakerjaan.