Selain Manajemen PIEP, penutupan Program CSR Sekolah Tari Gratis Cirebon ini juga dihadiri langsung oleh Kepala Badan Pengelola Keraton Kasepuhan Cirebon, dan Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata.
Baca Juga: Peduli Pelanggan Disabilitas, Telkomsel Hadirkan Layanan Khusus untuk Teman Tuli di GraPARI
Mitra kerjasama di Sekolah Tari, Yayasan BBI, yang dipimpin Diah Kusumawardhani berharap Program ini akan dapat diadakan lagi di tahun mendatang.
“Kami mengucapkan terima kasih yang tulus kepada semua siswa, orang tua, instruktur, relawan, dan mitra yang telah berkontribusi pada kesuksesan program ini. Dedikasi dan dukungan mereka berperan penting dalam melestarikan dan mempromosikan seni yang indah dari Tari Tradisional Cirebon,” katanya.
Selama lima tahun terakhir, program ini telah meningkatkan kemandirian bagi 619 siswa, melalui pendidikan kemampuan menari, skill make up artist. Hal ini memberi nilai tambah ekonomi bagi para siswa yang kebanyakan berasal dari keluarga kurang mampu.
Baca Juga: Ingin Membuat Vlog Tentang Wisata? Simak Rekomendasi 8 Ide Konten yang Menarik Berikut Ini
Meskipun Program Sekolah Tari Gratis CSR ini akan memasuki exit program, komitmen PIEP terhadap warisan budaya Cirebon tetap teguh.
PIEP akan terus mengeksplorasi jalur dan kemitraan baru yang sejalan dengan misinya untuk melestarikan dan merayakan tradisi kaya Cirebon dan diharapkan berkembang di daerah-daerah lain di Indonesia.
Didukung oleh kemandiriaan kelompok binaan Tari Topeng Cirebon, PIEP akan terus memberikan nilai tambah ke perusahaan dan pemangku kepentingan lainnya.***