Kabar BUMN - Penataan rute penerbangan di Bandara Husein Sastranegara (Bandung) dan Bandara Kertajati (Majalengka) dilakukan pada 29 Oktober 2023.
Mulai 29 Oktober 2023, penerbangan berjadwal menggunakan pesawat jet dari dan ke Bandara Husein Sastranegara dipindahkan ke Bandara Kertajati.
Pada Selasa 10 Oktober 2023, Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin bersama Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Maria Kristi meninjau kesiapan Bandara Kertajati, didampingi oleh President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin dan Direktur Utama PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Muhammad Singgih, serta perwakilan maskapai.
Baca Juga: Platform OCA Milik Telkom Dongkrak Pendapatan Wajib Pajak Kendaraan di Kulon Progo hingga 40 Persen
Bandara Kertajati dimiliki oleh BIJB, di mana pemegang saham BIJB antara lain Pemprov Jabar dan AP II. Operator Bandara Kertajati sendiri adalah AP II.
Adapun Pj Gubernur Jabar dan Dirjen Perhubungan Udara di Bandara Kertajati pada hari ini melakukan inspeksi mulai dari departure hall, check in area, boarding lounge, arrival hall, baggage claim area, dan titik-titik lainnya.
Usai melakukan inspeksi, Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin mengatakan seluruh fasilitas Bandara Kertajati telah siap untuk 29 Oktober.
“Semua sudah siap dari fasilitas,” ujar Bey Machmudin.
Lebih lanjut, Bey mengatakan sosialisasi akan terus dilakukan kepada masyarakat Jabar mengenai operasional penerbangan di Bandara Kertajati.
Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Maria Kristi menuturkan insentif akan diberikan bagi maskapai di Bandara Kertajati, yang mencakup antara lain parking fee dan/atau landing fee.
Di tempat yang sama, Presiden Director AP II Muhammad Awaluddin mengatakan seluruh fasilitas sisi darat (land side) dan sisi udara (air side) di Bandara Kertajati dipastikan siap, dan koordinasi dengan seluruh stakeholder juga telah dilakukan agar penerbangan berjadwal pesawat jet yang dipindahkan dari Bandara Husein Sastranegara berjalan lancar.
“Penerbangan pesawat jet berjadwal di rute domestik dan internasional siap dilayani dari dan ke Bandara Kertajati mulai 29 Oktober. Koordinasi telah dilakukan AP II dengan seluruh stakeholder termasuk maskapai, ground handling, AirNav Indonesia, TNI, Polri, Imigrasi, Bea dan Cukai, Balai Karantina, dan instansi-instansi lain,” ujar Muhammad Awaluddin.
Per 29 Oktober, maskapai yang akan beroperasi di Bandara Kertajati adalah Super Air Jet, Indonesia AirAsia, Citilink dan Malaysia Airlines.