trending

Simulasi Keadaan Darurat, Pertamina Regional JBB Asah Kesiapsiagaan dan Tanggap Bencana

Minggu, 22 Oktober 2023 | 10:00 WIB
Ilustrasi. (Freepik)

Kabar BUMN - Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat melalui Integrated Terminal Jakarta Plumpang melaksanakan simulasi keadaan darurat sebagai antisipasi kesiapan keadaan darurat pada Kamis (12/10) lalu.

Simulasi keadaan darurat level 2 ini juga melibatkan warga dan aparat pemerintahan setempat, serta kantor pusat Pertamina Patra Niaga, dilansir KabarBUMN.com dari pertaminapatraniaga.com.

 

Level Top Management, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan juga ikut berparisipasi dalam kegiatan ini. Ia bahkan berperan menjadi Ketua Tim Penanggulangan Keadaan Darurat (TPKD) level 2.

Baca Juga: PELNI Raih Penghargaan di Ajang 5th Anniversary Indonesia BUMN Awards 2023

Riva beserta jajarannya juga memonitor dan mengatur penanggulangan krisis dari Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal) di level pusat.

Sementara itu, Level Region dipimpin oleh Executive General Manajer Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Deny Djukardi.

Selain melibatkan para pekerja, simulasi ini juga diikuti oleh 100 orang warga terdekat dari fasilitas operasional perusahaan dan mengundang seluruh Stakeholder Integrated Terminal Jakarta, Plumpang di wilayah Jakarta Utara yang terdiri dari Pemerintahan Kota Jakarta Utara, Polres , Kodim 0502, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Sudin Perhubungan Jakarta Utara, Sudin Lingkungan Hidup, Sudin Kesehatan, Sudin Pemadam Kebakaran, Sudin Sosial, Satuan Polisi Pamong Praja, PMI Jakarta Utara, Camat Koja, Polsek Koja, Danramil 0502-01/Koja, Puskesmas Koja, Lurah Rawa Badak Selatan, RW 01, 04, 09, 10, 11 dan PT Elnusa Petrofin Depot Plumpang.

Baca Juga: Berapa Banyak Telkomsel Poin yang Harus Ditukar Agar Menang Mitsubishi Xpander Cross dari Undi-Undi Hepi?

Skenario simulasi yang diambil adalah kebakaran akibat kerusakan fasilitas Manifold Barat yang disebabkan oleh bencana gempa bumi saat penerimaan BBM dari kapal dan dilakukan latihan evakuasi masyarakat hingga lokasi berkumpul aman (Assembly Point) serta penempatan posko logistik, posko kesehatan, dan pusat informasi.

Simulasi yang dilakukan ini juga untuk mengevaluasi sarana dan fasilitas dalam kondisi darurat seperti alarm darurat, signal Handy Talky (HT), memastikan selang, hydrant, nozzle dan peralatan pemadam lainnya dapat berfungsi dengan baik.

Area Manager Communication, Relations & CSR, Eko Kristiawan menyampaikan, simulasi ini merupakan komitmen Pertamina dari Level Top Management hingga pekerja untuk terus menjadikan aspek Health Safety Securitty and Environment sebagai perhatian utama dalam bekerja.

Baca Juga: Panduan Cara Mengatasi Lupa Password Livin’ by Mandiri, Tidak Usah ke Kantor Bank Mandiri

“Simulasi ini merupakan kesempatan yang baik dalam melakukan evaluasi tanggap keadaan darurat dari seluruh aspek, baik peralatan maupun sumber daya manusia. Kolaborasi dengan pihak-pihak yang memiliki pemahaman terkait prosedur penanganan keadaan darurat juga memegang peran penting. Harapannya, kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman seluruh pihak agar dapat mengantisipasi dan mengelola dampak insiden terhadap keselamatan, operasi, dan keberlanjutan bisnis," tutup Eko.

Halaman:

Tags

Terkini