trending

4 Tahun Transformasi, INKA Menuju Smart Green dan Digitalize

Minggu, 29 Oktober 2023 | 14:30 WIB
Rangkaian LRT Jabodebek produksi INKA. (inka.co.id)

Kabar BUMN - Sejalan dengan transformasi yang didorong Kementerian BUMN selama empat tahun terakhir, PT INKA (Persero) melaju menjadi produsen kereta berteknologi smart, green, dan digitalize.

Seperti tertulis di situs resmi INKA, gerak perubahan dimulai pada 2012 – 2020. Diawali dengan penggunaan material alumunium carbody yang diaplikasikan pada produk Light Rail Transit (LRT) Sumatera Selatan.

Di tahun 2018, menurut Senior Manager Humas dan Kantor Perwakilan PT INKA (Persero) Agung Dwi Cahyono, bertepatan dengan perhelatan Asian Games, INKA menuntaskan pesanan 8 trainset atau 24 car LRT Sumatera Selatan berbahan carbody alumunium.

Baca Juga: Pameran Sewindu Proyek Strategis Nasional, INKA Tampilkan Dua Kontribusi Besarnya

Di tahun 2018 itu pula, Agung menjelaskan, pemerintah memberikan kesempatan kepada INKA memproduksi 31 trainset atau 186 car LRT Jabodebek, yang diresmikan operasinya akhir Agustus 2023.

“Teknologi LRT Jabodebek ini lebih canggih karena menggunakan GoA3 atau Grade of Automation 3, yakni dimana kereta dapat bergerak otomatis tanpa masinis. Seluruh kendali LRT tersebut dari Operation Control Center atau OCC,” jelas Agung.

Pararel dengan pengembangan LRT, INKA juga mengembangkan trem baterai pada tahun 2020. Purwarupa kereta api berbasis ramah lingkungan itu diujicoba pada 10 November 2020.

Baca Juga: Produksi INKA, Presiden Jokowi Berharap LRT Jabodetabek Bisa Urai Kemacetan

Dari aspek kecepatan, purwarupa bisa menempuh 30 kilometer per jam. Sementara, trem yang akan diproduksi bisa meluncur dengan kecepatan 60 kilometer per jam.

Dua tahun kemudian, yakni November 2022, INKA memproduksi 29 bus listrik yang dioperasikan untuk KTT G20. Begitu juga dengan 23 unit bus listrik E-Inobus dengan panjang 8 meter.

Material carbody terbuat dari stainless steel, interior dari plastik ABS (Acrylonitrile butadiene styrene) dan baterai menggunakan LFP (Lithium Ferro Phosphate).

Baca Juga: Tingkatkan Kesempatan Pendidikan bagi Anak Indonesia, INKA Salurkan Beasiswa ke Dua Politeknik di Madiun

Kereta pesanan Politeknik Negeri Madiun (PNM) yang berbasis Kereta Rel Diesel Elektrik (KRDE) dengan tambahan teknologi pantograph (seperti KRL) dan fuel cell (berbasis hidrogen). (inka.co.id)

Selain itu, Agung menambahkan, INKA menerima pesanan kereta dengan teknologi hybrid dari PT KAI (Persero) dan Politeknik Negeri Madiun (PNM). Kedua pesanan sudah terkirimkan tahun 2023.

Halaman:

Tags

Terkini