Kabar BUMN - Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia terus berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon.
Salah satu upaya AirNav Indonesia dalam mengurangi emisi karbon dilakukan dengan menjalankan program User Preferred Route (UPR) atau istilah lainnya adalah Tol Udara.
Diujicobakan sejak pandemi Covid-19, Tol Udara memungkinkan rute penerbangan menjadi lebih pendek dan lebih cepat.
Dengan demikian, penerbangan jadi lebih efisien serta hemat bahan bakar sehingga bisa mengurangi emisi karbon.
Program UPR atau Tol Udara ini telah berjalan penuh sejak 5 Oktober 2023 dan telah digunakan 5-6 maskapai internasional setiap harinya.
Kini, Tol Udara dari AirNav Indonesia telah mencuri perhatian dunia internasional.
Baca Juga: Kolaborasi dengan AirNav dan DAMRI, Perhutani Sukses Laksanakan Program Relawan Bakti BUMN di Malang
Hal itu dibuktikan dengan adanya 6 kerja sama yang baru saja ditandatangani oleh AirNav Indonesia di Hotel Grand Copthorne Waterfront, Singapura pada Senin (23/10/2023) lalu.
Dalam kesempatan itu, AirNav Indonesia menandatangani kesepakatan dengan Operator Navigasi Penerbangan di 6 negara Asia Pasifik.
Mereka adalah CAAS Singapura, Aerothai Thailand, ATMB China, CAAP Phillipines, Airways New Zealand, serta FAA Amerika Serikat.
Baca Juga: AirNav Indonesia Sinergi dengan TNI AU, Tingkatkan Layanan dan Keamanan Penerbangan
Kesepakatan tersebut turut ditandatangani oleh 2 asosiasi internasional, yaitu International Air Transport Association (IATA) dan Civil Air Navigation Services Organization (CANSO).
Direktur Utama AirNav Indonesia Polana B Pramesti mengungkapkan rasa bangganya karena kualitas penerbangan di Indonesia telah diakui dunia.