trending

PTPN III Diganjar Dua Penghargaan dari Ajang Keterbukaan Informasi Publik Awards 2023

Selasa, 31 Oktober 2023 | 15:30 WIB
Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) meraih dua penghargaan di bidang keterbukaan informasi publik dari ajang Keterbukaan Informasi Publik Awards 2023. (holding-perkebunan.com)

Kabar BUMN - Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) meraih dua penghargaan di bidang keterbukaan informasi publik, yakni The Most Interact BUMN by Engagement dan The Most Anticipated High Engagement.

Penghargaan PTPN III (Persero) terima dari ajang Keterbukaan Informasi Publik Awards 2023, yang digelar BUMN Track bekerja sama dengan PT Media Kernels Indonesia (Drone Emprit Publications) dan Bali Post, di Ayodya Resort Bali, pada Jumat (27/10/2023).

Corporate Secretary Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Bambang Agustian menyampaikan, keterbukaan informasi adalah salah satu komitmen yang terus dijunjung tinggi perusahaan.

Baca Juga: Gelar RUPS, PTPN III Sukses Lewati Tahun 2022 dengan Catatan Keuangan Positif

Dengan membuka akses informasi yang relevan, kata Bambang, seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat, dapat membantu mengawal transformasi dan aksi-aksi korporasi yang tengah dilakukan di tubuh PTPN Group.

“Tentunya komitmen ini sejalan dengan undang-undang KIP dan amanah bapak Menteri BUMN yang terus mendorong transparansi BUMN agar mencapai tata kelola perusahaan yang baik,” ujar Bambang.

Atas apresiasi itu, Bambang menyampaikan terima kasih kepada dewan juri dan pihak penyelenggara yang telah memberikan perhatian terhadap perusahaan di klaster perkebunan dan kehutanan.

Baca Juga: Kelola Bisnis Secara Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan, PTPN III Raih Penghargaan Green Business Terbaik 2023

Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi salah satu dorongan PTPN III untuk terus membuka akses-akses informasi yang dibutuhkan masyarakat sebagai salah satu upaya perbaikan ke depan.

Penilaian Keterbukaan Informasi Publik Awards dilakukan berdasarkan hasil monitoring serta menganalisa media sosial dan platform online berbasis teknologi big data. Penilaian didasarkan pada empat parameter, yakni activity, audience, engagement, dan content quality.

Adapun, Ketua Dewan Juri-nya Menteri Komunikasi dan Informatika periode 2014-2019, Rudiantara.***

Tags

Terkini