Kabar BUMN - PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) selama 6 tahun berturut-turut konsisten mengembangkan penanaman Mangrove di sepanjang 1 kilometer pada bibir Pantai Desa Sengkubang.
Askrindo juga melakukan pemberdayaan masyarakat sekitar dengan dampak positif nilai ekonomi yakni pemanfaatan eco eduwisata mangrove di Sengkubang.
Upaya tersebut sebagai bentuk kesadaran dan tanggung jawab sosial lingkungan Askrindo khususnya di Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat tersebut.
Baca Juga: Askrindo Sinergi dengan Platform B2B eCommerce untuk Mempermudah Pengajuan Surety Bond
Direktur Utama PT Askrindo Fankar Umran mengatakan, PT Askrindo memiliki concern yang besar terhadap lingkungan pesisir pantai.
Menurutnya, kegiatan ini dimulai sejak Bulan Desember tahun 2017. Untuk penyelenggaraannya, melibatkan Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura untuk menerapkan ITP (Isosceles Triangle Plants).
“Program Hutan Mangrove Mempawah merupakan kegiatan penanaman Mangrove jenis Rhizophora stylosa di kawasan pesisir Desa Sengkubang, Kalimantan barat,” urai Fankar.
Baca Juga: Tingkatkan Literasi Keuangan, Askrindo Ajak Media Melek Asuransi
Selain konsisten melakukan penanaman Mangrove, PT Askrindo juga melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan membentuk ekosistem mandiri untuk dapat meningkatkan perekonomian di Mempawah terutama Desa Sengkubang.
Kegiatan yang termasuk dalam program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) ini dilakukan guna memberikan value added dalam hal ekonomi melalui kegiatan pembinaan dan pelatihan yang meningkatkan keahlian masyarakat.
Fankar menjelaskan, “Beberapa program yang telah dijalankan selama ini, mulai dari pelatihan budidaya kepiting dan ikan serta budidaya maggot untuk pakan ternak.”
Baca Juga: Melalui Layanan Mobil Pintar, Askrindo Coba Tingkatkan Kualitas Pendidikan Wilayah KEK Likupang
Dampak positif program, Fankar menambahkan, adalah adanya peningkatan jumlah fauna/biota laut seperti kepiting, udang, dan ikan.
Serta melalui Program Mangrove Mempawah ini masyarakat dapat menerima hasil kegiatan TJSL dan terbukanya lapangan pekerjaan untuk meningkatkan taraf hidup.