Kabar BUMN- Pertamina Sales Area Aceh memperingati tahun gempa dan tsunami Aceh yang ke-19 tahun 2023 menghadirkan program berkelanjutan.
PertaMangrove adalah nama program berkelanjutan yang dimaksud.
PertaMangrove mencerminkan semangat pemasaran spiritual dan menjadi wujud dukungan badan usaha untuk pengembangan lingkungan dan ekosistem mangrove di Aceh.
Baca Juga: Loker PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Pendaftaran hingga 8 Januari 2024
Dilansir KabarBUMN.com dari pertaminapatraniaga.com, Perta Mangrove sendiri merupakan program spritual marketing dari Pertamina dan masyarakat untuk ikut andil menjaga bumi.
Hal itu dijelaskan Surya Suganda selaku Sales Area Manager (SAM) Pertamina Patra Niaga Aceh. Ia mengatakan, program ini diinisiasi dengan melibatkan kontribusi dari konsumen setia Pertamina, khususnya pengguna produk Perta Series.
"Program PertaMangrove ini, sebenarnya program spritual marketing, kita. Setiap pembelian Perta Series selama periode program akan menyumbangkan sejumlah dana, yakni Rp 19, untuk pembelian bibit mangrove. Dalam tahap pertama, program ini berencana menanam total 10.000 bibit mangrove," jelasnya.
Baca Juga: Wisata Lidah Sate Kambing Pak Manto, Wajib Dicoba Jika Berkunjung ke Solo
Lebih lanjut Surya menambahkan, dengan kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi Aceh, terutama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) serta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh, PertaMangrove bertujuan untuk menjadi inisiatif nyata dalam mendukung pelestarian mangrove.
Sebelum penanaman bibit pohon mangrove, kegiatan yang bertajuk MyPertamina Perta Mangrove dimulai dengan penyerahan bibit mangrove secara simbolis.
Penyerahan tersebut dilakukan oleh Susanto August Satria, Area Manager Comm,Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Sumbagut kepada PJ Gubernur diwakili oleh kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DHLK) Aceh, M. Daud.
Baca Juga: Libur Tahun Baru 2023/2024, Tingkat Hunian Hotel Jaringan HIG Meningkat Signifikan
Penanaman bibit mangrove nantinya akan difokuskan di Mangrove Park Lampulo, yang akan diarahkan sebagai pusat wisata dan penelitian mangrove di Provinsi Aceh dengan manajemen yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Aceh.