Kabar BUMN - PT DAHANA bersama BRIN dan Politeknik Negeri Subang jurusan teknik berkolaborasi memberikan bantuan alat Mesin Pemusnah Sampah (MPS) kepada Pemerintah Desa Padaasih, Kecamatan Cibogo, Subang.
Alat MPS-100 ini diberikan melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang dihadiri oleh Sekretaris Desa Padaasih, Asep Sutarna, di Bale Desa Padaasih, pada 28 Desember 203 lalu.
Ketua unit Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PT DAHANA, Eman Suherman menyampaikan bahwa permasalahan sampah di Subang harus dilakukan secara kolaboratif.
Baca Juga: Resolusi Tahun 2024, Milenial DAHANA: DAHANA's Services Go International
Menurut penuturannya, pemerintah, akademisi, maupun masyarakat harus bersama-sama menangani permasalahan sampah melalui teknologi tepat guna yang bisa diimplementasikan dilingkungan.
Pasalnya, sampah bahaya bagi kesehatan dan lingkungan jika tidak dikelola dengan baik.
“Sudah saatnya berhenti saling menyalahkan tentang pengelolaan sampah di Subang, kita harus saling bergandeng tangan berkolaborasi untuk menangani persoalan sampah di Kabupaten Subang."
Baca Juga: Kadar Gula Darah Naik Setelah Libur Panjang, Coba Lakukan Beberapa Hal Berikut Untuk Menstabilkan
"Kami berharap MPS-100 ini dapat dikelola dengan baik dan bisa direplikasi penggunaannya di setiap RT di lingkungan Desa Padaasih, dan akhirnya menjadi percontohan bagi penanganan sampah bagi desa lain di Subang,” kata Eman, dilansir KabarBUMN.com dari dahana.id.
Sebagaimana diketahui, sampah seringkali menjadi masalah krusial di masyarakat.
Produksi sampah terus terjadi setiap harinya, tanpa pengelolaan sampah yang baik, sampah akan menjadi sumber bencana dan penyakit, seperti sampah yang dibuang ke selokan akan menjadi sumber banjir.
Baca Juga: Puncak Arus Balik Natal dan Tahun Baru, Bandara Angkasa Pura II Layani 234.612 Penumpang Pesawat
Asep menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian DAHANA pada pengelolaan sampah di Kabupaten Subang, khususnya di Desa Padaasih Kecamatan Cibogo.
Menurutnya, alat MPS-100 sangat penting dalam penanganan sampah yang selama ini pemerintah kekurangan alat angkut, serta untuk mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir.