Kabar BUMN - Senin, 15 Januari 2024 PT PAL Indonesia bersinergi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI dalam membangun kesiapsiagaan untuk menghadapi kerawanan keamanan siber.
Pada acara penandatanganan dokumen perjanjian kerja sama (PKS) tentang peningkatan kapabilititas keamanan siber di PT PAL Indonesia di Lounge Room Lantai 4 Gedung PIP PT PAL Indonesia.
Dokumen perjanjian kerjasama diserahkan kepada CEO PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod dari Sekretaris Utama BSSN RI Y. B. Susilo Wibowo mewakili Kepala BSSN RI Letjen TNI (Purn) Hinsa Siburian, yang dalam kegiatannya didampingi oleh Direksi, Kepala Divisi terkait dan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama BSSN RI beserta jajaran.
Ruang lingkup kerja sama tersebut mencakup bidang Pengelolaan Informasi Dini Serangan Siber, Pemanfaatan Cyber Threat Intelligence Sharing Platform, Pelaksanaan Information Technology Security Assessment serta Pemanfaatan Sertifikat Elektronik pada Sistem Elektronik di PT PAL Indonesia.
"BSSN bekerja dengan cepat membantu PAL sebagai industri pertahanan untuk mulai melihat, merapikan dan mengantisipasi kembali letak permasalahan, mengingat perlunya keamanan siber karena berkaitan dengan data kerahasiaan negara."
"Dengan banyaknya pesanan kapal perang dari dalam dan luar negeri, maka sudah selayaknya sistem yang dibangun di PAL harus mendapatkan pengawalan, pengawasan dan pendampingan melekat yang detail untuk bisa mengantisipasi."
"Kita akan bangun PAL menjadi objek vital yang sebenarnya, maka kekuatan dari BSSN ini menjadi suatu semangat besar bagi kita untuk sama–sama mewujudkan."
"Kerja sama antara PAL dan BSSN ini sebagai wujud pelaksanaan langkah antisipasi terhadap ancaman atau serangan yang dapat berpotensi menimbulkan gangguan terhadap sistem elektronik”. ujar Kaharuddin Djenod.
Stabilitas bangsa mensyaratkan sistem keamanan maritim yang kuat. Dinamika ekonomi, politik dan teknologi membawa pengaruh sangat besar terhadap kondisi keamanan laut.
Cyber threat termasuk jenis ancaman baru yang kini berkembang semakin luas dan kompleks. Indonesia masih menghadapi beberapa tantangan keamanan laut terkait dengan perkembangan teknologi khususnya kriminalitas berbasis maritim (maritime cyber risk).
Dengan pendampingan dari BSSN RI diharapkan lebih bisa menambah wawasan tentang bagaimana peningkatan dan pembangunan SDM yang dimiliki PT PAL melalui bimbingan teknis, tata kelola IT, cyber security drill, serta pertukaran informasi dan pemanfaatan pada hal lainnya.
PT PAL Indonesia sebagai bagian industri pertahanan mengambil peranannya dalam menjaga stabilitas ruang siber Indonesia, untuk mewujudkan keamanan maritim yang responsif dan tangguh.