Kabar BUMN – Pertamina Patra Niaga berhasil mendapatkan 12 penghargaan PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Penghargaan ini diberikan atas capaian Pertamina Patra Niaga berhasil menjalankan bisnis berkelanjutan sesuai tata kelola aspek Environmental, Social, and Governance (ESG).
Ada salah satu program pemberdayaan masyarakat di Fuel Terminal (FT) Boyolali yang berhasil mengantarkan Pertamina Patra Niaga menjadi salah satu perusahaan hilir migas paling sukses di ajang PROPER.
Program yang telah sukses mendapatkan PROPER Emas selama lima kali tersebut yakni Setara: Pandawa Patra (Sekolah Tani Rakyat: Pasukan Inklusi Peduli Alam Bawana).
Hal itu diungkapkan oleh Manager CSR & SMEPP Pertamina Patra Niaga, Sri Nur Hidayati dalam DETalk bertema Environmental Management Exellence: Learning from Industry Leaders at PROPER 2023 yang diselenggarakan oleh Dunia Energi pada Selasa (9/1).
“Inovasi Setara: Pandawa Patra ini mengintegrasikan berbagai sumberdaya seperti pembibitan, hidroponik, sistem pemanenan air hujan dan biogas komunal yang menguntungkan, sehingga dapat mengurangi limbah dan pencemaran."
"Selain itu, dalam program tersebut ada integrated farming inklusi yang didukung dengan penggunaan aplikasi IoT yang memudahkan peyandang disabilitas dan lansia dalam melakukan kegiatan pertanian hidroponik,” ucap Sri Nur Hidayati yang akrab disapa Nur.
Atas keberhasilannya, program Setara: Pandawa Patra juga mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Boyolali sebagai integrated farming inklusi pertama di Kabupaten Boyolali.
Tak hanya itu, program tersebut juga mampu menghasilkan Social Return on Investment (SROI) pada tahun 2023 dengan kategori tinggi yaitu 1:2,15 yang menunjukkan nilai manfaat sebesar Rp 427.163.768 dengan total investasi sebesar Rp 202.000.000.
Program tersebut digagas lantaran Pertamina Patra Niaga bersama pemerintah daerah setempat menilai persediaan bibit dan pupuk untuk pertanian yang berkurang.