Kabar BUMN - Awali tahun 2024, kinerja PT Pertamina Internasional EP (PIEP) tercatat sangat memuaskan dengan produksi minyak di atas target, sebesar 109%.
Pencapaian tersebut hasil kontribusi wilayah kerja PIEP di Irak dan aset lainnya di Gabon dan Angola.
Pencapaian yang melebihi target juga terjadi di produksi gas, sebesar 118%, dengan kontribusi dari aset Algeria, Malaysia, dan Tanzania.
Baca Juga: Satu Tahun Setelah Proses Akuisisi, PIEP Pegang 80% Aset Minyak dan Gas di Mnazi Bay, Tanzania
Dengan demikian, PIEP telah menghasilkan produksi mencapai 213 ribu barel setara minyak per hari (KBOEPD), 112% lebih tinggi dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) sebesar 194 kboepd.
Selain itu, kinerja PIEP didukung dengan meningkatnya cadangan terbukti (P1) sebesar 29 juta barel setara minyak (MMBOE), lebih besar 935% dari RKAP 2023 sebesar 3 MMBOE.
Adapun cadangan contingency (2C) sebesar 11,1 MMBOE, lebih besar 317% dari target RKAP 2023 sebesar 3,5 MMBOE.
“Ini dapat diartikan bahwa kita harus memiliki fondasi yang kuat untuk melangkah lebih jauh dan mencapai target yang ditetapkan,” ungkap Direktur Utama PIEP Jaffee A. Suardin.
Jaffee menegaskan, kinerja PIEP akan terus dioptimalkan pada tahun 2024 mendatang dengan melakukan berbagai inovasi.
Selain dari sisi produksi, dari sisi kinerja HSSE pun PIEP mencatatkan hasil yang baik. Angka capaian Lost Time Incident Rate (LTI) sebesar nol (0), realisasi sampai dengan akhir 2023.
Total Recordable Incident Rate (TRIR) juga tercatat nol (0), dimana keduanya masih berada dibawah batasan.
Dari jumlah manpower sebanyak 403 personel, PIEP mencatatkan 34,197 juta jam tanpa kecelakaan kerja.