trending

BRI Siapkan Strategi Pencadangan Memadai Jelang Restrukturisasi Kredit COVID-19 Berakhir

Rabu, 21 Februari 2024 | 07:30 WIB
BRI Siapkan Strategi Pencadangan Memadai Jelang Restrukturisasi Kredit COVID-19 Berakhir (Jennaira)

 

Kabar BUMN - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memegang komitmennya untuk terus tumbuh.

Untuk itu, BRI menerapkan strategi untuk melanjutkan kinerja yang gemilang pada tahun ini.

Salah satunya dalam menghadapi kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di mana restrukturisasi kredit terkait COVID-19 akan diakhiri pada Maret 2024.

Baca Juga: La Cocoteraie Ecolodge, Glamping Mewah di Surga Tropis Gili Trawangan

Sunarso Direktur Utama BRI mengungkapkan bahwa perseroan telah mencatatkan penyusutan nilai kredit terdampak COVID-19 yang direstrukturisasi.

Per Desember 2023, outstanding kredit restrukturisasi COVID-19 di BRI mencapai sebesar Rp54,5 triliun, menyusut dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp107,2 triliun.

“Apabila dihitung dari puncaknya, sebesar Rp210 triliun itu sudah keluar dari status restrukturisasi sehingga sekarang outstanding-nya tinggal Rp54 triliun,” ujarnya.

Baca Juga: Pertamina Group Kukuhkan Jajaran Direksi Baru Subholding dan Anak Usaha

Jelang berakhirnya kebijakan restrukturisasi tersebut, BRI telah menyiapkan pencadangan yang cukup dan memadai.

“Sekarang NPL coverage BRI per Desember 2023 itu 215,27%, lebih dari dua kali dari NPL sudah kita cadangkan."

"Saya kira itu lebih dari cukup ya. Dan kemudian kualitas kredit atau NPL BRI terkendali di level 2,95%,” tambahnya.

Baca Juga: Eksotisnya Pantai Nambung Sekotong, Air Terjun di Tengah Pantai Jadi Ikon Tersendiri

Di samping itu, strategi lain yang dilakukan yakni dengan selective growth dan tetap memperkuat risk management.

Halaman:

Tags

Terkini