Kabar BUMN - Penyelenggaraan Kompetisi Sumatera Fire & Rescue Challenge (SFRC) pada 19 – 22 Februari 2024 ditutup dengan prestasi gemilang PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang memborong berbagai penghargaan.
Di event yang menjadi bagian peringatan bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) ini, dua tim perwakilan PTBA sukses menempatkan perusahaan ini menjadi juara umum.
Direktur Operasi & Produksi PTBA Suhedi menyampaikan ucapan selamat, tidak hanya bagi peserta dari PTBA tetapi secara keseluruhan, yang sudah mengikuti seluruh rangkaian acara dengan baik.
"Harapannya, seluruh ilmu dan pengalaman yang didapatkan mampu meningkatkan kemampuan para tim rescue untuk perusahaan masing-masing," ujar Suhedi.
Untuk informasi, kompetisi yang baru kali pertama diadakan ini diselenggarakan Pertapindo. Tahun ini, PTBA berkesempatan menjadi tuan rumah penyelenggaraan kompetisi SRFC.
SRFC sendiri merupakan kompetisi tingkat regional yang diikuti 15 tim, dengan total 146 personil Emergency Response Team (ERT) dan 49 Obsever dari 24 perusahaan yang berbeda untuk menilai kemampuan para personil ERT.
Baca Juga: Peringati Hari Lahan Basah Sedunia, PTBA Partisipasi di Program Aksi Tanam Mangrove KLKH
Terdapat lima kegiatan yang dilombakan yaitu; Firefighter Competency Test, Structural Fire Fighting, Road Accident Rescue, Water Rescue, dan Firefighter Combat Challenge.
Dengan diadakannya SFRC di tingkat regional, Ketua Badan Pengawas Pertapindo Muhammad Hendrasto menerangkan, kompetisi ini menguji kemampuan seluruh peserta.
"Agar tidak ada gap keahlian dan kemampuan antar peserta, maka bagi peserta yang belum menjadi juara akan diadakan program pengembangan kapasitas," ujarnya.
Baca Juga: Hanya Dalam Kurun Waktu Tiga Tahun, UMK Binaan PTBA Alami Peningkatan Produksi Hingga 2000 Persen
Program pengembangan kapasitas ini bahkan akan menjadi agenda Pertapindo untuk dapat menaungi Emergency Response Tim (ERT), agar kualitas K3 di Indonesia dapat terus meningkat.
Sementara itu, penyelenggaraan SRFC di Tanjung Enim mendapat sambutan antusias dari masyarakat sekitar.
Ini tentunya mendorong upaya perusahaan dan pemerintah daerah untuk menjadikan Tanjung Enim sebagai Kota Wisata.