Dengan menggunakan fitur ini, Telkomsel dapat menangani permintaan data yang meningkat.
Hal ini sekaligus bisa mengurangi konsumsi energi tanpa mengurangi pengalaman digital pelanggan.
Selain mencapai target Net Zero Emission 2060, kesepakatan antara Telkomsel dan Ericsson ini juga berfungsi untuk mengurangi pengeluaran operasional (OPEX).
Sekadar informasi, berdasarkan Net Zero Summit & B20 Investment Forum, Indonesia berkomitmen untuk mencapai target net zero emissions pada 2060 atau bahkan lebih cepat.
Baca Juga: Dukung Visit Beautiful West Sumatra 2024, Telkomsel Kembali Manfaatkan Mobility Insight
Indonesia berupaya untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 29% melalui upaya domestik dan 41% melalui kerja sama internasional pada 2030 yang sesuai dengan Nationally Determined Contribution (NDC).
Selain itu, kedua perusahaan juga sepakat melanjutkan perjalanan evolusi 5G.
Mulai dari implementasi komersial 5G NSA (Non-Standalone) ke eksplorasi 5G SA, hingga mendapatkan use cases baru dengan mengeksplorasi perangkat lunak Reduced Capability (RedCap) dari Ericsson.
Ericsson RedCap merupakan solusi perangkat lunak radio access network (RAN) baru dalam use case 5G.
Hal ini memungkinkan lebih banyak koneksi 5G dari perangkat seperti smartwatch, perangkat lainnya, sensor industri, dan perangkat AR/VR.
"Telkomsel senantiasa menjadi penyedia layanan konektivitas digital terdepan dan ramah lingkungan di Indonesia sebagai wujud komitmen kami untuk mengimplementasikan prinsip ESG.
"Telkomsel berupaya untuk memajukan perubahan sosial dan lingkungan yang positif untuk berkontribusi pada masa depan yang lebih baik melalui pengembangan solusi inovatif dan menyediakan layanan digital terdepan guna mendorong pembangunan berkelanjutan.