Kabar BUMN - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional Sumatera Subholding Upstream Pertamina ciptakan inovasi baru Open-hole Slotter Liner (Pensl) untuk kegiatan pengeboran migas di Wilayah Kerja (WK) Rokan.
Inovasi Pensl jadi satu terobosan besar dalam kegiatan perekahan (fracturing) sumur yang lapisan bantuannya berkualitas rendah atau low quality reservoir (LQR), di mana fluida mengandung minyak sulit keluar.
Sebelumnya, proses perekahan dilakukan menggunakan rig khusus. Permasalahannya, dengan rencana pengeboran yang masif dan jumlah rig fracturing yang terbatas, membuat daftar tunggu menjadi panjang.
Baca Juga: PHR Edukasi Ribuan Anak TK Tentang Bahaya Api dan Peranan Satuan Pemadam Kebakaran
Dengan Pensl, proses rig pengeboran untuk perekahan ini tidak lagi diperlukan. Sehingga berdampak pada tidak ada waktu tunggu atau antrean pengeboran yang lama, dan otomatis berdampak pada penghematan biaya pengeboran.
Manager Well Development SLO PHR Muhamad Irfan mengatakan, inovasi Pensl bisa memangkas hingga 50 hari waktu pengeboran untuk masuk ke rencana produksi atau put on production (POP).
Metode Pensl ini juga berhasil menghemat biaya pengeboran hingga rata-rata Rp4,5 miliar per sumur.
Dari uji coba inovasi Pensl di 20 sumur di lapangan Balam South WK Rokan, Irfan mengungkapkan, terdapat kenaikan produksi rata-rata sebesar 400 barel minyak per hari (BOPD).
Dari sisi finansial, dengan uji coba di ke-20 sumut tersebut, PHR memberikan penambahan keuntungan (revenue growth) dan penghematan senilai Rp140 miliar bagi negara.
Irfan memperkirakan penerapan metode Pensl yang masif dapat menghasilkan revenue growth dan penghematan biaya hingga Rp210 miliar di akhir 2024.
Inovasi Pensl menjadi pembuktian sahih komitmen dan upaya PHR mengoptimalkan lapangan-lapangan yang sudah mature (menua), yang banyak dilimpahkan kepada PHR.
Sumur-sumur yang sudah mature ini sempat dikhawatirkan, bahkan dianggap, tidak akan produktif di bawah kelolaan PHR.