Kabar BUMN - Subholding PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) membuka lebar ruang kolaborasi di gelaran 18th LNG Supplies for Asian Markets 2024 pada 5-6 Maret di Singapura.
Utamanya kolaborasi dalam pengembangan Liquified Natural Gas (LNG) di Indonesia sebagai langkah dalam mencapai transisi energi.
PLN sebagai katalisator transisi energi di Indonesia telah merencanakan penambahan 80 Gigawatt energi listrik hingga tahun 2040.
Baca Juga: Stok Bahan Bakar Pembangkit Aman, PLN EPI Siap Memberikan Pasokan Listrik yang Andal Selama Ramadan
Kapasitas energi tersebut akan diisi energi baru terbarukan (EBT) sebesar 75% atau setara 60 Gw dan 25 % atau 20 Gw kemudian di isi oleh energi gas.
Direktur Utama PLN Energi Primer Indonesia Iwan Agung Firstantara menyampaikan, keberadaan energi gas dalam roadmap transisi energi sangat vital untuk mendampingi penggunaan EBT.
Untuk diketahui, EBT memiliki kelemahan intermittensi atau ketidakmampuan memproduksi energi secara terus menerus. Sementara pembangkit gas dinilai bisa direalisasikan hanya dalam 3-4 tahun.
Baca Juga: Dukung Program Biomassa, PLN EPI Tanam 100.000 Bibit Tanaman Energi di Gunung Kidul
“Pembangkit gas juga tergolong sebagai pembangkit yang bisa dengan cepat dibangun tidak seperti hydro dan geothermal,” ucap Iwan.
Ketergantungan PLN pada LNG juga dibutuhkan untuk mengkompensasi penurunan produksi gas pipeline dalam negeri serta untuk memenuhi kebutuhan listrik yang meningkat.
Untuk itu, PLN tengah mengembangkan infrastruktur midstream LNG untuk menggantikan penggunaan solar/bahan bakar fosil dan untuk melengkapi pengembangan energi terbarukan.
Rahmad Dewanto Direktur Gas dan BBM PLN EPI menambahkan, PLN telah memilih skenario Accelerated Renewable Energy Development (ARED) sebagai skenario optimum untuk menurunkan emisi sekaligus menjaga baik kehandalan sistem maupun kelangsungan keuangan perusahaan.
“Lewat ARED akselerasi transisi energi Indonesia akan berjalan dengan agresif. Kami terus menyelaraskan pengembangan pembangkit listrik berbasis gas dengan lokasi tambahan permintaan tersebar di Indonesia,” ucap Rakhmad.