Operasi ini membutuhkan dana Rp 6,5 juta per anaknya dengan total sumbangan yang diberikan sebesar Rp 702 juta dengan rincian Rp 663 juta dari TJSL dan Rp 39 juta dari sumbangan karyawan ASDP.
“Dengan bantuan Rp 6,5 juta di setiap operasi yang dilakukan, dapat mengubah hidup dan masa depan anak-anak Indonesia."
Baca Juga: Mandiri Group Tebar Berkah Ramadan 1445 H dengan Santuni 57.000 Anak Yatim dan Duafa
"Setelah menjalankan operasi, mereka akan kembali memiliki senyum yang indah."
"Atas nama jajaran direksi ASDP, saya mengucapkan terima kasih kepada Ferizyan di seluruh Indonesia,” jelas Ira dalam sambutannya saat perayaan Tasyakuran HUT ASDP di Kantor Pusat ASDP, pada Rabu (27/3).
Program bantuan operasi sumbing bibir ini bukan untuk kali pertama digelar oleh ASDP, melainkan dimulai sejak tahun 2019.
Program rutin ini juga telah membantu kurang lebih 400 peserta sumbing bibir dari berbagai provinsi di Indonesia dengan bekerja sama bersama Smile Train Indonesia.
Hal ini dilakukan karena ASDP menyadari kurangnya penyediaan layanan kesehatan yang merata di Indonesia, termasuk informasi terkait sumbing dan/atau celah langit-langit mulut.
Kelainan bibir dan langit-langit mulut tersebut merupakan kondisi dimana terdapat celah di antara rongga mulut dan rongga hidung akibat ketidaksempurnaan proses penyatuan bibir dan langit-langit pada masa perkembangan janin.
Sampai saat ini, masih cukup banyak penderita sumbing bibir dan kangit-langit di Tengah masyarakat Indonesia.
“Kami sebagai orang tua berterima kasih kepada ASDP, sudah memberi jalan kepada kami untuk melakukan operasi."
"Semoga setelah dioperasi anak kami bisa sehat terus dan dapat bermain bersama anak lainnya,” ungkap Rima Nurmala, ibu dari ananda Asadillah, salah satu pasien penerima bantuan.
Baca Juga: 4 Cokelat Lokal Produksi Bali, Pilihan Baru Jika Ingin Memberi Oleh-oleh dan Memikat Hati Orang