trending

Prediksi Puncak Arus Mudik 5 April 2024, PELNI Imbau Masyarakat Beli Tiket Melalui Aplikasi PELNI Mobile

Selasa, 2 April 2024 | 13:00 WIB
Konferensi pers PT PELNI terkait kesiapan angkutan mudik Lebaran 2024. (pelni.co.id)

Diprediksi jumlah penumpang masing-masing ruas adalah 18.612 orang dan 17.996 orang. 

Baca Juga: Kemenhub Gandeng PELNI Selenggarakan Mudik Gratis Sepeda Motor Naik Kapal Laut, Simak Cara Daftarnya

Berikut proyeksi Top 5 ruas terpadat:

  1. Belawan - Batam (18.612 orang) 
  2. Batam - Belawan (17.996)
  3. Kumai - Semarang (13.662)
  4. Balikpapan - Surabaya (12.321) 
  5. Makassar - Surabaya (11.117)

Baca Juga: Jelang Bulan Ramadhan, PT PAL Indonesia Pastikan Kesiapan Kapal PELNI Beroperasi dengan Performa Terbaik

Proyeksi Top 5 pelabuhan keberangkatan terpadat:

  1. Makassar (45.182 orang) 
  2. Balikpapan (32.716)
  3. Ambon (32.484)
  4. Baubau (28.528)
  5. Surabaya (27.782)

Baca Juga: PT PAL Indonesia Pastikan Kapal PELNI Siap Melayani Lonjakan Logistik di Bulan Ramadhan

Proyeksi Top 5 pelabuhan kedatangan terpadat:

  1. Baubau (58.811 orang) 
  2. Makassar (44.498)
  3. Balikpapan (33.006)
  4. Belawan (27.754)
  5. Ambon (23.437)

Baca Juga: WiFi-an di Kapal PELNI Bikin Perjalanan Semakin Seru, Simak Cara Aktifkan Paket Internetnya

Evan memaparkan, PELNI telah menyiapkan 26 kapal penumpang dan 30 kapal perintis dengan total daya tampung 62.689 seat untuk mendukung angkutan Lebaran 2024 ini.

Kapal penumpang melayani lebih dari 72 pelabuhan di Indonesia.

Sementara kapal perintis melayani 273 pelabuhan di wilayah-wilayah tertinggal, terpencil, terluar dan perbatasan Indonesia.

Baca Juga: Promo Terbatas, Beli Tiket di Loket PELNI dengan Menukar Livin' Poin Mandiri Dapat Cashback 20%

Untuk memastikan keselamatan penumpang, PELNI juga telah menyediakan 72.816 jaket keselamatan, 1.794 unit life-raft dengan total muat 44.850 orang, dan 226 unit sekoci dengan total muat 25.805 orang.

"Dan alat keselamatan yang baru terpasang di kapal-kapal PELNI adalah marine evacuation system untuk mempercepat proses evakuasi dari atas kapal ke perahu karet, yang semoga tidak pernah digunakan," tukas Evan.***

Halaman:

Tags

Terkini