Kabar BUMN - PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) cukup terpengaruh dengan kontestasi politik pelaksanaan pemilu dalam negeri dan kondisi geopolitik internasional.
Karena kedua peristiwa tersebut, IPCC mengalami penurunan cargo ekspor khususnya pada bulan Januari dan Februari.
Dampaknya bisa dilihat di Triwulan I Tahun 2024. IPCC melayani cargo internasional sebesar 96 ribu unit yang terdiri dari CBU baik impor maupun ekspor, alat berat, truck/bus dan general cargo.
Baca Juga: IPCC Catatkan Kinerja Positif di Tahun 2023, Laba Tumbuh 18%, Pelayanan Kargo Naik 89%
Terdapat penurunan secara keseluruhan, khususnya cargo CBU sebesar 17,25% YoY. Tetapi kondisi ini diperkirakan bergerak normal pada kuartal berikutnya.
Secara total, situasi ini berimbas pada laba bersih Perseroan yang tercatat turun 9% dari tahun sebelumnya dengan periode yang sama.
Sejalan belum tercapainya kinerja keuangan IPCC di Triwulan I 2024, IPCC telah menetapkan langkah-langkah strategis untuk mendongkrak pendapatan di tahun 2024 secara keseluruhan.
Baca Juga: TenunNyaman, Produk UMK Binaan IPCC Bersinergi dengan IPCM Sudah Selesai Produksi
Di antaranya ekspansi bisnis kerja sama layanan VDC (Vehicle Distribution Centre) dengan automaker Jepang.
Kemudian penjajakan potensi kerja sama layanan cargo CBU mobil listrik Tiongkok, dan rencana kolaborasi Anorganik Car Carrier IPCC dengan logistic company.
Serta implementasi single billing sebagai bentuk optimalisasi layanan operasional kepada para pelanggan.
Baca Juga: Akhir Tahun 2023, IPCC Tebar Dividen Interim dengan Yield Sebesar 3,06%
Di sisi lain, di Triwulan I 2024, IPCC terus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan teknologi terbaru, seperti sertifikasi keahlian bagi SDM bidang operasional.
Direktur Utama IPCC Sugeng Mulyadi percaya pada Triwulan berikutnya IPCC mampu mengejar ketertinggalan.