“Ini mengingat kegiatan ekspor pada bulan Maret telah berjalan normal dan cenderung mengalami peningkatan,” terang Sugeng.
Baca Juga: Kinerja IPCC Melesat, Sampai Kuartal III-2023 Pendapatannya Mencapai Rp548,16 Miliar
Salah satu upaya dalam meningkatkan kinerja IPCC adalah dengan penerapan skema single billing didukung dengan standarisasi dan transformasi layanan operasi.
Diharapkan proses operasi menjadi semakin seamless antara IPCC dan mitra perusahaan bongkar muat yang beroperasi di IPCC Branch Jakarta.
Untuk meningkatkan kinerja, Sugeng menjelaskan, IPCC sedang melakukan kolaborasi dan sinergi bersama asset management dan perusahaan sekuritas.
Sinergi tersebut untuk meningkatkan value perusahaan serta likuiditas saham termasuk usulan pemberian dividen menarik.
Menurutnya, saat ini posisi kas IPCC juga sangat kuat dan tidak memiliki hutang/pinjaman berbunga seperti pinjaman kepada perbankan, obligasi, dan jenis lainnya.
“Sehingga mampu untuk melakukan ekspansi bisnis ke depannya melalui dana internal perusahaan,” imbuh Sugeng.
Baca Juga: Pelindo Optimalkan Operasi, Pelabuhan Lembar Catatkan Kinerja Positif
Selain berbagai rencana untuk mendongkrak pendapatan, IPCC saat ini sedang fokus melakukan efisiensi dari berbagai proses bisnis.
Langkah ini diharapkan dapat memberikan layanan yang semakin efisien guna memberikan nilai tambah bagi para pelanggan IPCC.
Salah satunya melalui implementasi program single Enterprise Resources Planning (ERP) dan digitalisasi operasi.***