Kabar BUMN - Petrokimia Gresik, bagian dari holding Pupuk Indonesia, berhasil meningkatkan produktivitas padi di Timor Leste menjadi 7,5 ton per hektare, jauh di atas rata-rata sebelumnya yang hanya 1,5-3 ton.
Keberhasilan ini ditandai dengan panen raya "The Rice Harvest Ceremony" yang dihadiri oleh Presiden Timor Leste, Jose Manuel Ramos Horta, di Kecamatan Vemasse, Kabupaten Baucau, pada Selasa (14/5/2024).
Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Direktur Utama Pupuk Indonesia, Gusrizal, dan Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo.
Baca Juga: Apresiasi Tingkat Nasional, Petrokimia Gresik Gasak Penghargaan InMA 2024 Bidang Komunikasi
Gusrizal mengungkapkan bahwa panen raya ini menunjukkan komitmen Pupuk Indonesia dan anak perusahaannya terhadap pembangunan sektor pertanian di Timor Leste, yang menjadi tulang punggung ekonomi negara tersebut.
Pertanian adalah sumber penting ketahanan dan ketersediaan pangan bagi masyarakat Timor Leste.
"Implementasi dari komitmen ini, Pupuk Indonesia bersama Petrokimia Gresik dan Petrosida Gresik, yang merupakan perusahaan afiliasi group, telah melakukan kerja sama dengan Pemerintah Timor Leste untuk memberikan petani akses terhadap pupuk berkualitas tinggi dan input pertanian lainnya," kata Gusrizal, seperti dikutip KabarBUMN.com dari pupuk-indonesia.com, Sabtu (18/5/2024).
Hasil dari kerja sama ini terlihat dari peningkatan signifikan produktivitas padi melalui program demonstration plot (demplot) yang dilakukan Petrokimia Gresik dan PT Petrosida Gresik bersama Camara de Comercio e Industria de Timor-Leste (CCI TL).
Dwi Satriyo menjelaskan bahwa demplot ini menunjukkan peningkatan hasil panen hingga 500 persen.
Kerja sama ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam mendukung perkembangan pertanian dan pemenuhan pangan dunia yang menjadi isu global.
Baca Juga: Optimis Juarai Proliga 2024, Petrokimia Gresik Luncurkan Tim Bola Voli Putri GPPI
Hasil positif dari demplot ini mendorong kerja sama lebih lanjut dengan distributor Timor Agronova, yang melibatkan pembelian 18 ton pupuk dan 2 ton pestisida.
Demplot di Timor Leste menggunakan pola pemupukan berimbang 5:3:2, yaitu 500 kg pupuk organik, 300 kg NPK Phonska Plus, dan 200 kg ZA Plus per hektare, serta pengendalian hama dengan pestisida produksi Petrosida Gresik.