Kabar BUMN - PT Timah, salah satu perusahaan tambang timah terkemuka di Indonesia, terus menunjukkan komitmennya terhadap perlindungan lingkungan dan keanekaragaman hayati.
Salah satu inisiatif unggulan mereka adalah program Hutan Kehati atau Hutan Keanekaragaman Hayati.
Program ini mencakup pengelolaan tiga kawasan hutan dengan total luas 56,2 hektar, yakni Hutan Kota Mentok di Kabupaten Bangka Barat seluas 2,2 hektar, Kampoeng Reklamasi Air Jangkang di Kabupaten Bangka seluas 37 hektar, dan Hutan Keanekaragaman Hayati Kundur di Kabupaten Karimun seluas 17 hektar.
Baca Juga: Kuartal 1 Tahun 2024, PT Timah Telah Gelontorkan Dana Rp6 Miliar untuk TJSL
Melalui program ini, PT Timah berupaya melestarikan ekosistem alami dengan melindungi dan memelihara flora dan fauna lokal serta menjaga peran ekologisnya.
Hutan Kehati bukan sekadar proyek penanaman pohon, inisiatif ini mencakup rehabilitasi ekosistem, penelitian ilmiah, dan pemberdayaan masyarakat lokal melalui program pendidikan lingkungan.
Hutan-hutan ini menjadi rumah bagi berbagai spesies endemik, mencerminkan upaya PT Timah dalam melestarikan keanekaragaman hayati di sekitar area operasional mereka.
Baca Juga: Melalui Program PUMK, PT Timah Tingkatkan Perekonomian Lewat Dukungan UMKM
PT Timah menerapkan berbagai program untuk mendukung Hutan Kehati, seperti penanaman dan penyulaman, pemeliharaan dan perawatan tanaman, pengkayaan jenis tanaman, pemeliharaan satwa, laboratorium kultur jaringan, pembibitan tanaman, serta monitoring dan evaluasi.
Upaya ini telah memberikan dampak positif yang terlihat dari peningkatan jumlah spesies flora dan fauna di setiap kawasan Hutan Kehati.
Di Hutan Kehati Mentok, terdapat 61 jenis flora dan 36 jenis fauna, sementara Kampoeng Reklamasi Air Jangkang memiliki 52 jenis flora dan 37 jenis fauna.
Di Hutan Kehati Kundur, terdapat 32 jenis flora dan 44 jenis fauna.
Upaya ini tidak hanya membantu melestarikan spesies endemik tetapi juga memastikan keberlanjutan ekosistem lokal.