"Ketidakakuratan dalam sistem penargetan dan pengendalian senjata dapat mengakibatkan berbagai masalah serius,"
"Termasuk kegagalan dalam peluncuran senjata dan berpotensi mengurangi efektivitas kapal perang dalam pertempuran” sebut dia.
Dikutip dari laman resmi tni.mil.id, Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) I, Laksamana Muda TNI Yoos Suryono, dalam upacara pembukaan Latma Carat 2024, menyampaikan bahwa latihan yang digelar di sekitar Teluk Ratai dan Piabung, Lampung, ini bertujuan untuk:
- Meningkatkan kerjasama dan membangun persahabatan bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat.
- Mewujudkan SDM TNI yang profesional, modern, dan tangguh.
Baca Juga: Kementerian BUMN Gelar Festival Jelajah Kuliner Nusantara Dorong UMKM Naik Kelas
Laksda Yoos Suryono, selaku Komandan Upacara, juga menjelaskan bahwa agenda latihan ini menggunakan konsep "integrated scenario based exercises".
Fokus utama latihan kali ini adalah untuk meningkatkan pertahanan pantai atau anti amfibi dengan mengintegrasikan seluruh elemen pertahanan, baik di darat, laut, maupun udara.
Keberhasilan gemilang Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 meter buatan PT PAL Indonesia menjadi bukti nyata kemampuan dan keahlian engineer Indonesia dalam menguasai teknologi persenjataan matra laut.
Sederet prestasi teknis yang diraih KCR 60 meter ini menunjukkan komitmen PT PAL Indonesia untuk terus memperkuat pertahanan maritim Indonesia dengan inovasi dan dedikasi yang tak kenal henti.***