Kabar BUMN - PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan kesiapan stok pupuk bersubsidi di Jawa Tengah mencapai 100.957 ton, atau 176 persen dari ketentuan minimum pemerintah sebesar 57.507 ton.
Stok ini terdiri dari 45.561 ton Urea, 55.396 ton NPK, dan 28 ton NPK Formula Khusus.
Langkah ini sejalan dengan keputusan pemerintah yang menggandakan alokasi pupuk bersubsidi nasional dari 4,7 juta ton menjadi 9,55 juta ton.
Baca Juga: Pupuk Indonesia: Sumatera Utara Dijatah 478.298 Ton dari 9,55 Juta Ton Pupuk Bersubsidi
General Manager Wilayah 1 Pupuk Indonesia, Roh Eddy Andri Wismono, menegaskan bahwa stok pupuk bersubsidi di seluruh Indonesia, termasuk Jawa Tengah, aman dan sesuai regulasi.
“Kami memastikan stok pupuk bersubsidi di berbagai daerah di Indonesia aman dan sesuai regulasi, termasuk di Jawa Tengah,” ujarnya saat meninjau Gudang Kalikuning di Kabupaten Semarang, seperti dikutip KabarBUMN.com dari pupuk-indonesia.com, Senin (27/5/2024).
Pemerintah mengalokasikan 1.414.306 ton pupuk bersubsidi untuk petani di Jawa Tengah, sekitar 14,8 persen dari alokasi nasional, naik hampir dua kali lipat dari alokasi awal 752.244 ton.
Rinciannya meliputi 773.647 ton Urea, 640.510 ton NPK, 149 ton NPK Formula Khusus, dan tambahan 100.096 ton pupuk organik.
Hingga Selasa lalu, penebusan pupuk bersubsidi di Jawa Tengah telah mencapai 370.779 ton atau sekitar 26,2 persen.
Roh Eddy berharap stok yang ada dan penambahan alokasi ini dapat meningkatkan produktivitas padi di Jawa Tengah, sebagai lumbung padi nasional.
Di Kabupaten Semarang, Pupuk Indonesia telah menyiapkan stok pupuk bersubsidi sebanyak 2.974 ton, empat kali lipat dari ketentuan minimum 728 ton, yang cukup untuk dua pekan ke depan.
Pemerintah juga mengalokasikan 29.647 ton pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Semarang, terdiri dari 16.802 ton Urea dan 12.845 ton NPK.