trending

Tingkatkan Pelayanan Listrik, PLN Bentuk Holding dan Subholding sebagai Langkah Transformasi

Rabu, 19 Januari 2022 | 18:14 WIB

Dalam konferensi pers yang diadakan Rabu (19/1), Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, menjelaskan bahwa transformasi pada PT PLN (Persero) ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kelistrikan yang nantinya didukung oleh produksi listrik dari sumber energi baru terbarukan. Salah satu langkah dari transformasi PLN ini adalah dengan membentuk Holding dan Subholding. Konferensi pers tersebut dilakukan setelah rapat bersama Kementerian BUMN dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PT PLN (Persero) dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) yang membicarakan transformasi di tubuh PLN. Turut hadir disamping Erick adalah Wakil Menteri BUMN, Pahala Nugraya Mansury, dan Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo. “Transformasi PLN dipercepat, supaya momentum ini tidak menjadi sia-sia. Saat ini di seluruh dunia sedang terjadi ketidakpastian rantai pasok. Maka dari itu, Indonesia yang memiliki market dan sumber daya alam yang kuat harus memperbaiki roadmap kita, dan salah satunya adalah transformasi PLN,” ujar Erick. Namun, transformasi yang dilakukan tidak bertujuan untuk liberalisasi sektor kelistrikan nasional. Justru dengan transformasi tersebut, sektor kelistrikan akan menjadi lebih baik sehingga dapat mencapai target dari pemerintah, dan jangkauan saluran listrik nantinya juga dapat menjangkau pedesaan. Sesuai dengan Roadmap 2060 yang mempunyai target emisi nol, produksi listrik nantinya tidak hanya dari sumber energi fosil, namun juga dari sumber energi baru terbarukan (EBT) seperti matahari, geothermal, angin, dan air. Meski begitu, batu bara tetap menjadi penting bagi Indonesia. PLN juga dapat memanfatkaan kesempatan tersebut untuk menjual suplai listriknya ke negara-negara lain yang membutuhkan. “Tetap harus diperhatikan sumber daya alam Indonesia yang juga menjadi sumber listrik dunia, batu bara, tidak boleh hilang agar tidak menurunkan devisa. Neraca perdagangan Indonesia saat ini mencapai USD34 miliar, dan dapat dilihat bahwa penyumbang devisa terbesar selain kelapa sawit adalah batu bara,” kata Erick. Sementara itu, Wakil Menteri BUMN I, Pahala Nugraha Mansury, mengatakan bahwa transformasi yang dilakukan oleh PLN dengan membentuk Holding dan Subholding ini untuk dapat optimalisasi kinerja, dan juga membuka opsi untuk mengembangkan sumber energi baru terbarukan yang membutuhkan dana yang cukup besar. “Negara lain belum tentu memiliki sumber daya alam untuk energi terbarukan, dan ini adalah kesempatan bagi PLN untuk mengembangkan transmisi sebagai core kompetensi dan juga Beyond kWh. Selain itu, PLN juga sedang memikirkan bagaimana caranya mengelola energi primer agar lebih efisien”, ujar Pahala. Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa transformasi PLN bukan liberalisasi sektor ketenagalistrikan, melainkan jawaban dari berbagai tantangan yang ada. “Di tengah tantangan, transmisi energi, teknologi, krisis energi, dan juga pengembangan energi terbarukan di Indonesia, PLN harus berubah dari organisasi yang kompleks menjadi suatu organisasi yang lincah dan dinamis yang dapat merubah tantangan-tantangan tersebut menjadi sebuah kesempatan”, jelas Darmawan.

Terkini