trending

Pasang PLTS untuk Pedesaan, Task Force ESG Jalankan Program EBT

Jumat, 25 Maret 2022 | 11:01 WIB

Kabar BUMN -  Task Force Energy, Sustainability and Climate (ESC) B20 berkomitmen melakukan aksi nyata melalui kerjasama Pertamina bersama Kementerian ESDM dan Society of Renewable Energy (SRE). 

Aksi nyata itu dimulai pada Program Go Gerilya (Gerakan Inisiatif Listrik Tenaga Surya) dengan pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di 10 desa binaan Pertamina. 

Salah satu Advisor Task Force ESC B20, Dannif Danusaputro, yang juga menjabat sebagai Direktur Utama Subholding Pertamina Power & NRE, menyatakan kerja sama ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan percepatan penyebaran energi baru dan terbarukan yang terdesentralisasi sekaligus meningkatkan ketahanan energi dan kemakmuran ekonomi masyarakat pedesaan.

"Pertamina mendukung penuh dan berkomitmen untuk aktif dalam kegiatan working grup seperti di Climate Sustainability Working Group yang dipimpin KLHK dan Energy Transitions Working Group yang dipimpin Kementrian ESDM," ujar Dannif.

Dannif mengajak semua pihak untuk membuat presidensi G20 dan B20 sebagai momen perubahan terutama dalam menciptakan kehidupan yang lebih baik kedepannya. 

Pertamina juga memiliki komitmen kuat untuk melanjutkan kolaborasi dengan pemerintah dan pihak lainnya dengan mengundang komunitas dan desa yang masih memiliki akses terbatas terhadap energi untuk bisa mempelajari potensi energi lokal, khususnya dalam aspek energi baru dan terbarukan.

Pemasangan PLTS di pedesaan, imbuh Dannif, merupakan langkah nyata Task Force ESC dalam mengimplementasikan percepatan transisi energi dan mendukung target pemerintah untuk Net Zero Emission," ujar Dannif.

Program ini juga merupakan bagian dari komitmen ESG Pertamina sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDG's), khususnya point 7 yaitu Energi Bersih & Terjangkau, serta point 13 Penanganan Perubahan Iklim.

Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan KLHK, Sigit Hardwinarto, yang juga merupakan Co Chair EDM mengapresiasi Pertamina dan pihak-pihak yang mereplikasi, melakukan restorasi lingkungan dan meningkatkan pendapatan masyarakat dengan memanfaatkan energi baru dan terbarukan.

"Saya optimis kalau antara Pemerintah, dunia usaha dan masyarakat bergerak bersama, kita bisa mengatasi masalah global perubahan iklim yang terjadi," kata Sigit.

Tentunya Balkondes Karangrejo ini yang menjadi proyek percontohan penggunaan PLTS yang menghasilkan 1,2 KWP dan berkontribusi terhadap penurunan 1.320 ton Co2 per tahun. 

Secara keseluruhan, pemasangan 10 PLTS pada Go Gerilya ini menghasilkan 50 KWP dan berpotensi menurunkan emisi karbon sebesar 65 ribu ton per tahun. PLTS yang telah dipasang digunakan antara lain untuk penerangan, memasak dan pompa air.

Zagy Berian, selaku Founder SRE, menjelaskan bahwa SRE merupakan organisasi anak muda yang bergerak di sektor energi dan lingkungan yang memiliki visi untuk mengakselerasi transisi energi di Indonesia.

"Kami sangat mendukung pelaksanaan G20 di Indonesia. Kami juga sejalan dengan Task Force ESC karena kami juga memiliki visi untuk akselerasi transisi energi di Indonesia untuk mewujudkan net Zero emission," ujar Zagy.

Ditambahkan Zagy, dari target 10 PLTS, saat ini sudah terpasang 2 PLTS di Balkondes Waringin dan Balkondes Karangrejo Magelang. Ia berharap, nantinya inovasi ini bisa terus diduplikasi di wilayah Indonesia yang lebih luas. 

Halaman:

Terkini