KAI Targetkan Akuisisi INKA Selesai November 2026, Integrasi Mulai Digulirkan Tahun Depan

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Kamis, 4 Juni 2026 | 18:00 WIB
KAI menargetkan akuisisi INKA selesai November 2026. Integrasi mulai 2027 dengan potensi pendapatan hingga Rp33,9 triliun. (DOK. KAI)
KAI menargetkan akuisisi INKA selesai November 2026. Integrasi mulai 2027 dengan potensi pendapatan hingga Rp33,9 triliun. (DOK. KAI)

Kabar BUMN - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menargetkan proses akuisisi PT Industri Kereta Api (INKA) dapat diselesaikan pada November 2026.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar untuk memperkuat industri perkeretaapian nasional sekaligus menciptakan rantai pasok yang lebih efisien.

Jika sesuai rencana, proses integrasi kedua perusahaan akan mulai berjalan pada 2027.

Baca Juga: Dari Garut ke Jakarta Rp45 Ribu, KA Cikuray Sudah Angkut 2,2 Juta Penumpang

Akuisisi Ditargetkan Rampung Tahun Ini

Direktur Portofolio Manajemen dan Teknologi Informasi KAI, I Gede Darmayusa, menjelaskan bahwa proses penandatanganan akuisisi ditargetkan selesai pada November 2026. Setelah itu, sejumlah agenda strategis yang telah disusun bersama akan mulai dijalankan pada tahun berikutnya.

"Roadmap kami di tahun 2026 ini, kita harapkan di bulan November penandatanganan akuisisi INKA itu sudah terjadi."

"Sehingga 2027, roadmap yang kita sudah buat bersama-sama bisa mulai dikerjakan, termasuk engagement dengan technology partner atau principal, plus juga persiapan untuk bisnis MRO," kata Gede dalam rapat bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Baca Juga: Hampir 2 Juta Penumpang Gunakan KA Lokal Rangkasbitung-Merak pada Awal 2026, Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat Banten

Dukungan terhadap integrasi ini juga datang dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara> atau Danantara.

Pada 18 Mei 2026, lembaga tersebut memberikan mandat kepada KAI dan INKA untuk menjalankan proses uji tuntas (due diligence) serta kajian menyeluruh terkait rencana integrasi perusahaan.

Fokus Integrasi: Pasokan Kereta hingga Efisiensi Operasional

Baca Juga: 7 Kota Ramah Anak di Indonesia, Destinasi Wisata Sempurna untuk Liburan Sekolah

Kajian integrasi KAI dan INKA difokuskan pada beberapa tujuan utama, di antaranya:

  • Memastikan kepastian pasokan sarana perkeretaapian
  • Meningkatkan efisiensi operasional
  • Membangun sinergi bisnis jangka panjang
  • Memperkuat fundamental bisnis INKA

KAI juga telah memetakan kebutuhan sarana perkeretaapian untuk lima tahun ke depan. Proyeksi kebutuhan tersebut meliputi:

  • Sekitar 2.000 gerbong bottom dump
  • 1.200 gerbong datar
  • 652 kereta penumpang
  • 30 rangkaian kereta rel listrik (KRL) untuk wilayah Jabodetabek

Baca Juga: Rig PDSI#05.2 Catat Capaian Positif, Temukan Fluida Minyak dan Gas di Prabumulih

Integrasi dinilai penting untuk menjawab tantangan pengadaan sarana kereta yang selama ini masih dihadapi, termasuk persoalan ketepatan waktu pengiriman dan kualitas produk.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini