trending

Kuasai 14 Mineral, MIND ID Mendominasi Penguasaan Mineral untuk Pengembangan Kendaraan Listrik di Indonesia

Rabu, 26 Juni 2024 | 21:30 WIB
BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) mempercepat berbagai proyek yang telah direncanakan. (DOK. MIND ID)

Kabar BUMN - MIND ID konsisten mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik dengan dominasi penguasaan mineral di Indonesia.

Dari 47 komoditas mineral yang masuk dalam klasifikasi mineral kritis dan 22 komoditas mineral strategis, MIND ID menguasai sedikitnya 14 mineral yang dapat mendukung pengembangan EV battery ecosystem.

Demikian dijelaskan Direktur Portofolio dan Pengembangan Usaha MIND ID Dilo Seno Widagdo.

Baca Juga: MIND ID Membukukan Kinerja Positif Sepanjang Periode 2023

Untuk itu, MIND ID yang merupakan BUMN Holding Pertambangan Indonesia akan terus memastikan pemenuhan mineral kritis di dalam negeri untuk mendukung industri tersebut.

Dalam hal EV Battery Ecosystem, Dilo menjelaskan, itu kita kelola baik dari upstream, midstream hilirisasi sampai penguasaan pasar, yang perlu kita kelola tata niaganya.

Dilo menyampaikan, kebutuhan mineral untuk memproduksi baterai kendaraan listrik cukup besar.

Baca Juga: Strategi MIND ID Perkuat Program Nilai Tambah Komoditas Mineral di 2024

Setidaknya dalam satu EV battery mengandung 33,34% grafit/karbon, 25% nikel, 19,23% aluminium, 12,82% tembaga, serta mangan, kobalt dan lithium dengan masing-masing 3,21%.

Dalam konteks ini, MIND ID optimis permintaan komoditas mineral untuk kendaraan listrik akan terus meningkat.

Besarnya permintaan ini turut mengerek kebutuhan sekaligus harga mineral yang dimiliki Indonesia mulai dari nikel, timah hingga aluminium.

Baca Juga: MIND ID Melalui Anggota Holding Menorehkan Capaian Positif untuk Tahun Buku 2023

Oleh karena itu, Dilo berpendapat kondisi ini perlu disikapi dengan penerbitan regulasi yang mengatur tata kelola dan tata niaga mineral kritis dan strategis di dalam negeri.

Sementara itu, Senior Vice President Macquarie Group Dony Setiady menyebut Indonesia, melalui MIND ID, memiliki peluang dalam pengembangan mineral kritis.

Halaman:

Tags

Terkini