"Kami berkomitmen untuk terus berinovasi dan meningkatkan kapasitas, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri tetapi juga untuk bersaing di pasar internasional," kata dia.
Baca Juga: 8 Rekomendasi Gelato di Jogja, Sensasi Dingin Menyegarkan yang Wajib Dicoba!
"Dengan penguasaan teknologi yang terus berkembang, kami yakin dapat memberikan kontribusi signifikan bagi industri pertahanan nasional,” kata Willgo.
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut KKIP atas kondisi PT PAL yang tengah mengerjakan berbagai proyek kapal perang, seperti Kapal Frigate Merah Putih, Kapal Perang Landing Platform Dock pesanan luar negeri, dan Kapal Selam Scorpene.
PT PAL sebagai bagian dari holding Defend ID mampu membangun kapal selam di dalam negeri, sesuai Kep KKIP Nomor KEP/04/KKIP/XII/2021 tentang penguasaan teknologi kapal selam.
Laksda TNI (Purn) Darwanto menyatakan bahwa kunjungan ini bertujuan mendapatkan gambaran detail tentang pencapaian hingga 2024.
Ia menjelaskan bahwa KKIP ingin mengetahui kendala atau hambatan yang dihadapi, baik dalam aspek kebijakan, anggaran, SDM, maupun fasilitas, sehingga KKIP dapat membantu merencanakan aksi ke depan dan memberikan rekomendasi kepada pihak terkait, termasuk pemegang saham.
Laksda TNI (Purn) Darwanto menambahkan, “Kami ingin memastikan sinkronisasi antara rencana dan pelaksanaan di lapangan, serta memberikan rekomendasi untuk penguatan kerja sama dalam pemanfaatan fasilitas yang dimiliki oleh BRIN."
"Laporan hasil monev ini, termasuk inovasi dan teknologi yang dikembangkan oleh PT PAL, akan digunakan untuk pengambilan keputusan.”
PT PAL Indonesia memaparkan perkembangan roadmap pembangunan kapal selam sejak 2014 hingga rencana jangka panjang 2050.
PT PAL telah menguasai berbagai teknologi penting dalam pembuatan kapal selam melalui ToT/OJT Kapal Selam ke-1 dan ke-2, joint section Kapal Selam ke-3 (KRI Alugoro-405), dan MRO KRI Cakra-401.
Baca Juga: Lowongan Kerja BUMN di Bank BRI Juli 2024, IPK di Bawah 3 Punya Peluang!
Program batch pertama telah dilaksanakan dengan fasilitas yang disiapkan untuk kapal kelas 209, yang kini sedang disesuaikan untuk proyek pembangunan kapal selam Scorpene.