Kabar BUMN - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) berhasil meningkatkan hasil panen padi di Kabupaten Jember, Jawa Timur, melalui Program Agrosolution, dengan produktivitas mencapai 8 ton per hektare.
Panen perdana dari program ini dihadiri oleh Direktur Produksi Pupuk Kaltim, F. Purwanto.
Sejumlah pejabat dari Pemerintah Kabupaten Jember, termasuk Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan, Imam Sudarmaji, dan Kasdim 0824 Jember, serta perwakilan dari kelompok tani setempat juga menghadiri program ini.
Baca Juga: Harga Villa Pintu Langit Wonosobo per Malam, Penginapan bak Negeri Dongeng di Dekat Dieng
F. Purwanto menjelaskan bahwa Program Agrosolution adalah bagian dari komitmen Pupuk Kaltim untuk meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia melalui pendekatan pertanian yang terintegrasi.
Program ini bertujuan untuk mendukung petani dengan teknologi dan praktik yang dapat meningkatkan hasil pertanian mereka secara signifikan.
“Fokus utama program ini adalah menjaga ketahanan pangan dengan penggunaan produk berkualitas dan ramah lingkungan,” ujarnya.
Baca Juga: Lengkap! Ini Jadwal Kereta Wisata Priority Bulan Agustus 2024
Program Agrosolution juga mendorong penggunaan produk pupuk non-subsidi oleh petani, sehingga ketergantungan terhadap pupuk subsidi dapat dikurangi dan target lahan produktif dapat tercapai secara lebih efektif dan efisien.
Program ini direalisasikan melalui pendampingan intensif dan berkelanjutan, serta melibatkan rantai pasok yang didukung teknologi berbasis pada 5P (People, Planet, Prosperity, Peace, Partnership).
Purwanto juga menekankan bahwa Program Agrosolution didukung oleh produk unggulan Pupuk Kaltim yang telah terbukti cocok dengan berbagai jenis tanaman dan karakteristik lahan.
Produk-produk tersebut antara lain Urea Daun Buah yang bertransisi menjadi produk Nitrea, NPK Pelangi, serta produk hayati Ecofert dan Biodex.
Program ini memfasilitasi para petani dengan berbagai kemudahan, mulai dari penyediaan bibit, pupuk, dan pestisida, akses permodalan, serta pendampingan berkala dalam pengelolaan lahan.