Anton menegaskan, BSI memiliki standar khusus dan memberikan pelatihan untuk memastikan kualitas layanan dari agen-agen tersebut.
“Kami memiliki standar dan memberikan pembekalan ilmu yang cukup kepada calon agen agar sesuai standar layanan perseroan,” tambahnya.
Agen laku pandai adalah program yang diinisiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menyediakan layanan perbankan dan keuangan lainnya melalui kerja sama dengan agen bank.
Baca Juga: Simak! Ini Harga Pertamax di Berbagai Daerah setelah Kenaikan per 10 Agustus 2024
Program ini mendukung penggunaan teknologi informasi dan bertujuan untuk meningkatkan inklusi keuangan, sejalan dengan program Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) yang diluncurkan pada Juni 2012, salah satunya melalui branchless banking.
Tahun ini, BSI fokus pada wilayah-wilayah potensial dengan membina UMKM, warung kelontong, serta komunitas atau ekosistem halal untuk optimalisasi layanan.
Anton menutup penjelasan dengan harapan bahwa inisiatif ini dapat membuka peluang baru bagi masyarakat, meningkatkan pendapatan, dan kesejahteraan keluarga mereka.***