trending

Nyata! Kontribusi PT PAL Indonesia Perkuat Alutsista TNI AL

Minggu, 25 Agustus 2024 | 11:30 WIB
PT PAL Indonesia memperkuat alutsista TNI AL dengan keberhasilan KRI Raden Eddy Martadinata-331 dan KRI Banda Aceh-593, kapal buatan PT PAL yang menonjol dalam berbagai misi operasional. (Dok. PT PAL Indonesia)

Kabar BUMN - PT PAL Indonesia telah menunjukkan dedikasinya dalam memperkuat kekuatan alat utama sistem senjata (alutsista) TNI Angkatan Laut.

PT PAL Indonesia memproduksi dua kapal perang unggulan: KRI Raden Eddy Martadinata – 331 (KRI REM-331) dan KRI Banda Aceh – 593.

Kedua kapal ini merupakan karya monumental dari PT PAL Indonesia dan memainkan peran penting dalam operasi dan keamanan maritim Indonesia.

Baca Juga: Masa Depanmu di PT SUCOFINDO, Loker BUMN Legal Officer 1 Dibuka hingga 30 Agustus, Lulusan S1 Hukum Bisa Langsung Apply!

Menurut CEO PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, keberhasilan kedua kapal ini adalah bukti nyata kontribusi perusahaan dalam meningkatkan kapabilitas militer TNI AL.

"Kehadiran LPD dan PKR di jajaran TNI Angkatan Laut tidak hanya meningkatkan kapabilitas militer kita, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim yang besar."

"Kapal ini menjadi simbol nyata dari komitmen kita untuk menjaga keamanan serta memberikan kontribusi positif bagi perdamaian," ungkap Kaharuddin Djenod.

Baca Juga: Lawang Sewu & Ambarawa, Latar Sempurna untuk Photoshoot Tak Terlupakan dengan Tarif yang Menarik

KRI Raden Eddy Martadinata-331 (KRI REM-331) dan KRI Banda Aceh–593 telah menunjukkan prestasi yang membanggakan.

KRI REM-331 berhasil menyelesaikan Latma Multilateral Rim of The Pacific 2024 di Hawai, AS, dari 27 Juni hingga 1 Agustus 2024.

Sementara itu, KRI Banda Aceh–593 berperan aktif dalam mendukung perayaan HUT ke-79 Kemerdekaan RI di Ibu Kota Nusantara, Kalimantan Timur, sebelum akhirnya kembali ke Dermaga Kolinlamil di Jakarta.

Baca Juga: Lowongan Magang BUMN di Bidang IT: Penempatan PT Perkebunan Nusantara III

KRI REM-331 merupakan kapal fregat ringan yang dirancang dengan teknologi canggih dan dilengkapi berbagai sistem senjata serta sensor mutakhir.

Proses pembuatannya melibatkan transfer teknologi dari Damen Schelde Naval Shipbuilding, sebuah perusahaan galangan kapal asal Belanda, menjadikannya salah satu kapal perang paling modern di Asia Tenggara.

Halaman:

Tags

Terkini