trending

Tingkatkan Keselamatan di Atas Rel, KAI Rutin Cek Kesehatan Awak Sarana Perkeretaapian

Senin, 23 September 2024 | 13:30 WIB
Pengecekan kesehatan awak sarana perkeretaapian. (kai.id)

Kabar BUMN - Pengecekan kesehatan awak sarana perkeretaapian konsisten rutin dilakukan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero).

KAI melakukan kegiatan rutinan ini dengan tujuan untuk memastikan keselamatan seluruh perjalanan kereta api.

Hingga Agustus 2024x KAI telah mengoperasikan perjalanan 53.439 KA Barang, 416.931 KA Penumpang, 259.678 KRL, 12.998 KA Bandara, dan 71.011 LRT Jabodebek.

Baca Juga: 5 Makanan yang Dilarang Dikonsumsi di Negara-negara Tertentu, Salah Satunya Durian

Sementara untuk Whoosh hingga 16 September 2024 sudah beroperasi 11.883 perjalanan.

Vice President Public Relations KAI Anne Purba mengatakan bahwa data tersebut menunjukkan betapa pentingnya setiap insan KAI menjaga konsistensi budaya keselamatan untuk perjalanan KA yang aman, lancar, dan terkendali.

Baca Juga: Lowongan Magang di Perumnas Hanya Dibuka Sampai Besok 24 September: Ada Uang Saku!

Anne menambahkan, KAI rutin melakukan pengecekan kesehatan dan tes narkoba secara berkala di luar pemeriksaan rutin yang dilakukan kepada ASP saat akan melaksanakan dinas antara lain Masinis dan Asisten Masinis.

“Petugas lainnya yang berperan sebagai garda terdepan operasional kereta api seperti Petugas Layanan Kereta, Teknisi Kereta Api dan Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) juga rutin dicek kesehatannya untuk menjamin terciptanya perjalanan kereta api yang selamat, aman, dan nyaman bagi pelanggan,” tambah Anne.

Ia menjelaskan, ada 5 budaya perusahaan yang harus melekat dalam seluruh Insan KAI yaitu Patuh Prosedur Kerja, Briefing Sebelum Bekerja, Gunakan Alat Pelindung Diri, Peduli Lingkungan Kerja, dan Lapor Potensi Bahaya.

Baca Juga: Tempat-Tempat Romantis di Bali untuk Dikunjungi Bersama Pasangan Saat Honeymoon

“Untuk memfasilitasi seluruh pegawai melaporkan potensi bahaya, KAI menyediakan platform Safety Railways Information (SRI). Sehingga jika ada potensi bahaya, seluruh pihak dapat segera tanggap untuk melakukan pengecekan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas Anne.

Lebih detail, Anne mengatakan platform SRI merupakan langkah digitalisasi KAI dalam meningkatkan keselamatan operasional perjalanan kereta api.

“Dengan memanfaatkan teknologi, harapannya KAI dapat dengan cepat mendeteksi dan merespon potensi bahaya. Sehingga proses pelaporan potensi bahaya menjadi lebih efisien dan efektif.

Halaman:

Tags

Terkini