Kabar BUMN - BUMN Holding Industri Pertambangan MIND ID melaporkan pertumbuhan kinerja seiring rampungnya sejumlah proyek strategis.
Sampai dengan bulan Juni 2024, MIND ID membukukan pertumbuhan laba bersih lebih dari 38% secara YoY. Dengan realisasi EBITDA semester pertama 2024 lebih tinggi 31% dari periode yang sama di tahun lalu.
Pencapaian ini didorong kinerja seluruh komoditas kelolaan, khususnya emas, tembaga, timah, batubara, dan aluminium yang sangat positif di tahun 2024.
Baca Juga: Festival LIKE 2 KLHK, MIND ID Tunjukkan Komitmennya Kelola Air Secara Berkelanjutan
Direktur Utama MIND ID Hendi Prio Santoso menyatakan, kinerja Grup MIND ID terus menunjukkan tren positif selama enam bulan pertama 2024.
Pencapaian tersebut hasil sinergi dan kolaborasi di dalam internal Grup, optimalisasi aset yang terus mengolah mineral menjadi produk midstream yang memiliki nilai tambah yang baik.
Grup MIND ID juga memiliki strategi pemasaran yang terintegrasi sehingga memperbesar pengaruh di pasar global.
Baca Juga: Terbesar, MIND ID Kuasai 34% Saham PT Vale Indonesia, Dorong Hilirisasi Industri Nikel
“Kami bersyukur bisa mengantar proyek-proyek strategis, yang beberapa di antaranya akan diresmikan Bapak Presiden Joko Widodo, ,” kata Hendi.
Kehadiran proyek-proyek strategis ini memberikan multiplier effect bagi penyerapan tenaga kerja dan mendorong kinerja perusahaan lebih baik ke depannya
Proyek strategis yang akan mulai memasuki tahap operasional adalah smelter katoda tembaga di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur, dan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah.
Baca Juga: 8 Program PTBA untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, yang Sejalan Tujuan Mulia Grup MIND ID
Smelter katoda tembaga milik PT Freeport Indonesia (PTFI) adalah pabrik pemurnian konsentrat berteknologi single line terbesar di dunia, yang turut memperbesar kapasitas smelter dari 1 juta ton menjadi 3 juta ton per tahun.
Sementara itu, SGAR menjadi proyek andalan untuk melengkapi rantai pasok dari produksi aluminium Indonesia, sehingga semakin memperluas cakupan program hilirisasi aluminium di masa depan.