trending

Pertamina NRE dan PIS Jalin Kerja Sama Strategis untuk Kembangkan Energi Terbarukan di Sektor Maritim

Minggu, 20 Oktober 2024 | 19:00 WIB
Penandatanganan kerja sama antara Pertamina NRE dan PIS di Grha Pertamina Senin (14/10/2024). (pertaminanre.com)

Kabar BUMN - Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) semakin mengukuhkan komitmennya dalam mengembangkan energi baru terbarukan melalui kerja sama strategis dengan PT Pertamina International Shipping (PIS).

Kolaborasi ini resmi ditandatangani oleh CEO Pertamina NRE, John Anies, dan CEO PIS, Yoki Firnandi, di Grha Pertamina pada Senin (14/10/2024).

Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara kedua entitas Pertamina dalam mengembangkan bisnis transportasi berbasis energi terbarukan.

Baca Juga: PT Sinergi Gula Nusantara dan Pertamina NRE Kolaborasi Bangun Pabrik Bioetanol di Glenmore, Banyuwangi

Fokus utamanya adalah pada pengangkutan hidrogen hijau dan bahan bakar berkelanjutan lainnya, yang diharapkan dapat mendukung transisi energi bersih di sektor maritim.

John Anies menyebutkan bahwa posisi strategis Indonesia di jalur pelayaran internasional menjadi salah satu faktor pendorong kolaborasi ini.

"Posisi Indonesia yang strategis di jalur pelayaran internasional membuka peluang besar untuk mengembangkan bisnis bahan bakar berkelanjutan di sektor maritim global," ujar John, seperti dikutip KabarBUMN.com dari pertaminanre.com, Minggu (20/10/2024).

Baca Juga: Kembangkan Teknologi Produksi Hidrogen Ramah Lingkungan, Pertamina NRE Group Teken Kerja Sama dengan Genvia

Selain itu, proyeksi Bloomberg New Energy Finance (BNEF) menunjukkan lonjakan permintaan hidrogen hijau yang signifikan.

Pada 2028, sektor pelayaran diperkirakan akan membutuhkan sekitar 6 juta ton hidrogen hijau per tahun, terutama dalam bentuk metanol.

Hal ini menambah urgensi pengembangan transportasi hidrogen hijau yang efisien.

Baca Juga: Manfaatkan PLTS, Pertamina NRE Dukung Budidaya Jamur di Cilamaya

Studi kelayakan yang dilakukan Pertamina NRE juga menunjukkan bahwa biaya transportasi hidrogen, baik dalam bentuk amonia maupun metanol, memegang porsi besar dalam total biaya di pasar sasaran.

Melalui kolaborasi dengan PIS, diharapkan biaya transportasi ini dapat ditekan, menciptakan efisiensi yang signifikan.

Halaman:

Tags

Terkini