trending

KAI Logistik Pastikan Kesiapan dan Keandalan Infrastuktur TBB Kramasan

Rabu, 23 Oktober 2024 | 10:30 WIB
KAI Logistik (DOK. KAI Logistik)

Kabar BUMN - PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) menegaskan perannya dalam mendukung ketahanan energi dan logistik melalui pembangunan Terminal Bongkar Batu Bara (TBB) Kramasan Sumatra Selatan.

TBB Kramasan telah ditetapkan menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) Kereta Api Logistik Lahat – Kertapati nomor 80 sektor Kereta.

KAI Logistik telah meningkatkan kapasitas terminal bongkar dan muat di Stasiun Terminal Kramasan dengan kapasitas 20 juta ton per tahun. Pembangunannya ditandai melalui groundbreaking pada 2023 lalu.

Baca Juga: KAI Logistik Pastikan Kesiapan Layanan Logistik dalam Mendukung Pembangunan IKN

Direktur Utama KAI Logistik Fredi Firmansyah menjelaskan, itu sejalan dengan rencana induk terkait peningkatan dan efisiensi transportasi batu bara sebesar 85 juta ton pada tahun 2030.

TBB Kramasan akan menjadi terminal bongkar batu bara terbesar yang dikelola KAI Logistik. Nantinya, TBB Kramasan ini mayoritas akan melayani batu bara milik PT Bukit Asam Tbk (PTBA).

Berkapasitas 20 juta ton per tahun, TBB Kramasan akan dilengkapi dengan infrastruktur dengan spesifikasi khusus dan modern yang dirancang untuk memfasilitasi daya produktivitas yang tinggi.

Baca Juga: Triwulan III/2024, KAI Logistik Catatkan Pertumbuhan Volume Mencapai 7.619.168 Ton

“Saat ini, kami bersama mitra strategis berupaya memastikan kesiapan seluruh fasilitas dan infrastruktur pendukung dan diharapkan TBB ini dapat beroperasi pada akhir 2025,” jelas Fredi.

Dalam memastikan kapasitas produksi yang optimal, KAI Logistik akan membangun Train Unloading System (TULS) dengan kapasitas mencapai 3.000 ton/jam/TULS, dengan luas area stockpile maksimal berkapasitas 480.000 ton.

Lebih lanjut, Terminal Bongkar Batu Bara Kramasan ini juga mampu melayani 20 kereta api dengan rangkaian 60 gerbong batu bara setiap harinya.

Baca Juga: Lebih dari 2.000 Kontainer KAI Logistik akan Gunakan Teknologi RFID, Mudahkan Tracking

Dengan beroperasinya TBB Kramasan ini, diproyeksikan akan menyumbang sekitar Rp89 M pada laba perusahaan di tahun 2026 dengan pengoperasiannya secara penuh.

“Proyek TBB Kramasan ini juga turut menggerakkan roda perekonomian Provinsi Sumsel, terutama berkaitan dengan keberlanjutan pertambangan batu bara di Provinsi Sumsel, serta penyerapan tenaga kerja lokal,” jelasnya.

Halaman:

Tags

Terkini