Strategi BNI dalam menyalurkan kredit difokuskan pada segmen berisiko rendah, terutama kredit korporasi blue chip, konsumer, dan kontribusi dari perusahaan anak.
Hal ini berkontribusi pada pertumbuhan kredit sebesar 9,5% YoY menjadi Rp735 triliun.
Fokus BNI pada diversifikasi sumber dana dan penguatan struktur DPK diharapkan mampu mendukung ekspansi kredit yang lebih luas di tahun mendatang.
Segmen konsumer juga mencatat kenaikan 14,6% YoY, terutama dari kredit payroll dan KPR.
BNI Finance turut memperkuat sinergi dengan BNI melalui joint financing untuk produk Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), yang penyalurannya mencapai Rp1 triliun per September 2024.
Baca Juga: Jalin Kerja Sama, BNI Sediakan Produk dan Layanan Perbankan untuk Bappenas
Komitmen Terhadap Keuangan Berkelanjutan (ESG)
Sebagai bank milik negara, BNI berkomitmen mendukung keuangan berkelanjutan dengan menetapkan target Net Zero Emission (NZE) pada 2028 untuk operasional dan pada 2060 untuk pembiayaan.
Hingga September 2024, BNI telah menyalurkan kredit hijau senilai Rp188 triliun, mencakup sektor energi baru terbarukan (EBT), pengelolaan sumber daya alam, dan pengurangan polusi udara.
Baca Juga: BNI Dukung Kemudahan Akses Perbankan Diaspora Lewat Kolaborasi dengan Kemlu
"Komitmen ini kami wujudkan melalui pembiayaan bertanggung jawab, termasuk Sustainability Linked Loan yang mencapai Rp5,5 triliun," ujar Direktur Risk Management BNI, David Pirzada.
BNI juga aktif dalam melaporkan Climate Risk Stress Test (CRST) kepada OJK sebagai bentuk pengelolaan risiko perubahan iklim.
Dengan pencapaian kinerja yang solid, transformasi digital yang terus berkembang, dan komitmen pada keuangan berkelanjutan, BNI semakin optimis menghadapi peluang pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan mendukung program-program prioritas pemerintah.***